Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam kunjungan kerja ke acara World Economy Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss, Rabu (25/5/2022) (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Informatika)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam kunjungan kerja ke acara World Economy Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss, Rabu (25/5/2022) (ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Informatika)

WEF 2022, Menkominfo Tunjukan Dukungan Ekonomi Digital ke UMKM

Antara • 25 Mei 2022 23:44
Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan dukungan Pemerintah kepada platform digital dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah dilakukan dengan pembangunan infrastruktur digital. Hal itu ia sampaikan di World Economy Forum (WEF) 2022 di Davos, Swiss.
 
"Pemerintah (memberikan fasilitasi) untuk platform digital yang mendukung UMKM Indonesia. Bahkan, dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, technology company global maupun platform digital yang ada di Indonesia bisa melakukan bisnis yang baik," ujarnya dalam Diskusi Indonesia Pavilion: The Role of Technology to Drive Economic Recovery dari Davos, Swiss, Rabu, 25 Mei 2022.
 
Johnny menjelaskan keberadaan infratruktur digital bisa dimanfaatkan dari sisi hilir terutama bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, Pemerintah membangun infrastruktur digital berupa jaringan backbone fiber optic, jaringan middle-mile seperti microwave link, fiber link, dan satelit serta base transceiver station (BTS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Apa yang telah saya lakukan sebagai menteri adalah menggelar infrastruktur TIK di seluruh negeri melalui jaringan telekomunikasi serta menyediakan High Throughput Satellite dengan kapasitas 300 gigabit per detik yang akan diluncurkan ke orbit tahun depan untuk mendukung kebutuhan digital Indonesia," jelasnya.
 
Johnny mengharapkan upaya itu akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. "Dengan melakukan itu, saya berharap hilir TIK yakni ekonomi digital akan tumbuh seperti yang dilakukan perusahan rintisan Grab sekarang dan yang lainnya,” ungkapnya.
 
Menurut Johnny, saat ini program pembangunan infrastruktur digital sedang berlangsung dan dilakukan secara multiyear karena ketersediaan dana dan kondisi geografis Indonesia yang tersebar ribuan pulau dengan jarak serta waktu tempuh beragam.
 
Baca: Menkominfo: Investor Sampaikan Minat Kembangkan 5G pada Forum WEF
 
“Dengan transportasi dan sarana logistik yang sangat terbatas di wilayah archipelago, sehingga kita harapkan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik. Pemerintah membangun infrastruktur TIK di seluruh negeri untuk menutup kesenjangan digital," tuturnya.
 
Johnny menjelaskan saat ini, valuasi ekonomi digital Indonesia setara dengan proporsi 40 persen ekonomi digital kawasan Asia Tenggara.
 
“Tahun lalu adalah USD17 Miliar dan diproyeksikan mencapai dua kali lipat mencapai USD146 Miliar pada tahun 2025. Dan bisa mencapai USD315 Miliar pada tahun 2030. Dimana Grab dan platform digital lain menjalankan bisnis mereka,” jelasnya.
 
Guna mewujudkan proyeksi itu, Johnny mengajak platform digital untuk mendukung pelibatan pelaku UMKM dalam pengembangan ekonomi digital. “Pastikan untuk mendukung produk UMKM Indonesia dan melakukan substitusi impor," ungkapnya.
 
Saat ini Pemerintah mengambil kebijakan afirmatif untuk melibatkan pelaku UMKM dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan kementerian, lembaga pemerintah, dan badan usaha milik negara. Menurut Johnny hal itu merupakan upaya untuk melindungi pelaku UMKM.
 
"Setiap negara harus melindungi pelaku UMKM mereka sendiri. Terutama untuk Indonesia yang menyumbang 60 persen dari PDB Indonesia. Jadi, harap diingat, dan pastikan untuk mendukung UMKM Indonesia,” tandasnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif