Ilustrasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran. MI/Vicky Gustiawan
Ilustrasi RSDC Wisma Atlet Kemayoran. MI/Vicky Gustiawan

Headline News

Kapasitas Wisma Atlet Terisi 48%, 126 Pasien Omicron

Nasional wisma atlet jakarta covid-19 Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Headline News Omicron Varian Omicron
MetroTV • 09 Januari 2022 18:07
Jakarta: Sebanyak 1.798 pasien dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta pada Minggu Siang, 9 Januari 2022. Angka ini naik sebanyak 67 pasien dibanding data pada Sabtu, 8 Januari 2022.
 
Ketersediaan tempat tidur yang dipakai mencapai 1.798 dari 3.675 tempat tidur. Sedangkan, tempat tidur yang masih ada 1.877 tempat tidur. Dari data tersebut, persentase hunian dari wisma atlet hari ini yaitu 48,93 persen.

Kasus Omicron di Wisma Atlet

RSD Wisma Atlet Kemayoran tercatat menangani 258 kasus Omicron. Kasus Omicron yang terjadi sebagian besar berasal dari kelompok pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Wisma Atlet saat ini masih merawat 126 pasien Omicron.
 
Sebanyak 26 pasien Omicron dinyatakan sembuh dan telah pulang dari RSD Wisma Atlet. “Kemudian untuk transmisi lokal sendiri ada 14 orang,” kata reporter Metro TV Yusrin Zata dalam Headline News di Metro TV, Minggu, 9 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa negara asal pasien kasus Omicron ialah Arab Saudi, Turki, Malaysia, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Inggris, Kenya, Jepang, Taiwan, dan Australia. Arab Saudi merupakan penyumbang angka tertinggi dalam distribusi Omicron di Indonesia.

Penanganan Pasien Omicron di Wisma Atlet

Pasien Omicron membutuhkan penanganan lebih khusus ketimbang pasien covid-19 varian lain. Pasien Omicron tanpa gejala (OTG) harus menjalani karantina selama 10 hari sejak pengambilan spesimen.
 
Masa karantina tersebut sesuai dengan aturan yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pasien Omicron juga harus diisolasi di fasilitas karantina yang terpusat.
 
Pasien Omicron juga harus menjalani pemeriksaan entry dan exit test menggunakan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT). Terdapat sejumlah rangkaian isolasi dan pemeriksaan yang harus dilalui bagi pasien Omicron.
 
Selain pasien yang terkonfirmasi, pasien yang menunjukkan gejala Omicron walau belum terkonfirmasi (probable) harus ditracing selama 1x24 jam. Jika ditemukan adanya kontak erat, pasien tersebut harus diisolasi selama 10 hari.
 
Selanjutnya, spesimen dari pasien tersebut dikirim ke Laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) milik Kemenkes untuk diperiksa lebih lanjut. “Kemudian jika ditemukan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron, maka harus diisolasi di fasilitas khusus Omicron,” kata Yusrin.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif