Warga Arab Saudi salat menggunakan masker. Foto: AFP.
Warga Arab Saudi salat menggunakan masker. Foto: AFP.

Metro Pagi Primetime

4 Pertimbangan Pemerintah Batalkan Haji Selaras Keputusan Arab Saudi

MetroTV • 14 Juni 2021 14:25
Jakarta: Kerajaan Arab Saudi resmi membatasi penyelenggaraan ibadah haji pada lingkup domestik. Hal ini memperkuat keputusan pemerintah Indonesia yang sudah menetapkan pembatalan sejak Kamis, 3 Juni 2021.
 
"Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, pemerintah memutuskan tahun ini tidak memberangkatkan haji," begitu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan pembatalan. 
 
Karena momen pengumuman dilakukan sebelum ada keputusan Arab Saudi, sejumlah masyarakat bereaksi. Pemerintah dinilai tak serius memberangkatkan haji.

Namun, beragam kekecewaan itu terjawab dengan adanya pengumuman dari Kerajaan Arab Saudi. Alasan yang dikemukakan pun setali tiga uang. Berikut empat pertimbangannya:

1. Memprioritaskan keselamatan dan keamanan

Hal ini dikemukakan oleh Yaqut Cholil pada siaran Pers Kemenag Sabtu, 12 Juni 2021. Ia menyebutkan pemerintah menomorsatukan keselamatan warga Indonesia.
 
"(Keputusan ini diambil) menimbang keselamatan dan keamanan jemaah dari ancaman covid-19 yang belum reda. Sebagaimana pemerintah RI, keselamatan dan keamanan jemaah selalu menjadi pertimbangan utama," ujar Yaqut.

2. Muncul varian baru di sejumlah negara

Setidaknya, sejak Mei 2021, ditemukan varian mutasi baru covid-19 di berbagai negara. Dua di antaranya dari Inggris dan India. 

3. Otoritas Arab Saudi belum membuka akses haji

Pada 12 Juni 2021, Kerajaan Arab Saudi resmi mengumkan keputusan terkait pelaksanaan Haji 2021. Hasilnya, jemaah hanya dibatasi untuk warga negara Arab Saudi dan ekspatriat yang bermukim di sana. 

4. Pengetatan penerapan protokol kesehatan

Kementerian Kesehatan dan Haji Arab Saudi mengumumkan jemaah haji yang diizinkan untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini hanya 60.000 orang. Itu pun dibatasi bersyarat. (Mentari Puspadini)
 
Lihat tayangan lengkapnya DI SINI

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>