Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Idulfitri 2021 Tak Setinggi Tahun Lalu

Nasional Virus Korona covid-19 Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Penularan covid-19 Pengidap Covid-19 Ramadan 2021 Idulfitri 2021
Theofilus Ifan Sucipto • 01 Juni 2021 15:34
Jakarta: Kenaikan kasus covid-19 mingguan usai Idulfitri 2021 lebih rendah dibanding tahun lalu. Perbandingan itu diambil dalam rentang dua minggu usai Idulfitri, yakni 10 hingga 24 Mei 2021 dengan 25 Mei hingga 8 Juni 2020.
 
"Dampak kenaikan kasus yang ditimbulkan pascalebaran tahun ini tidak setinggi pada Lebaran 2020," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 1 Juni 2021.
 
Wiku menyebut kenaikan kasus covid-19 mingguan pada Idulfitri 2020 mencapai  65,55 persen. Sedangkan kenaikan tahun ini sebesar 56,6 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wiku juga membandingkan kasus kematian di periode yang sama. Angka kematian naik hingga 66,34 persen pada 2020.
 
"Sedangkan periode Idulfitri tahun ini justru sebaliknya, terjadi penurunan kematian 3,52 persen," kata dia.
 
Wiku memerinci lima provinsi dengan kenaikan kasus mingguan tertinggi pada 2020. Provinsi itu, yakni Jawa Tengah dengan kenaikan sebesar 368 persen, Sulawesi Selatan dengan 280 persen, Kalimantan Selatan dengan 99 persen, Jawa Timur dengan 45,36 persen, dan DKI Jakarta dengan 33,2 persen.
 
Baca: PPKM Mikro DKI Diperpanjang Hingga 14 Juni 2021
 
Kenaikan kasus tertinggi tahun ini juga disumbang Jawa Tengah namun angkanya 103,2 persen. Kemudian Kepulauan Riau naik 103 persen, Riau naik 69 persen, DKI Jakarta naik 49,5 persen, dan Jawa Barat naik 25 persen.
 
"Dari perkembangan tingkat provinsi terlihat meski mengalami kenaikan, namun persentase tahun ini lebih rendah dari tahun lalu," ucap Wiku.
 
Dia mengapresiasi Jawa Tengah yang berhasil menurunkan sepertiga dari kenaikan kasus mingguan. Kemudian Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan yang berada di urutan dua dan tiga pada 2020, tak masuk lima provinsi dengan kasus tertinggi tahun ini.
 
"Ini bukti bahwa masyarakat dan pemerintah daerah belajar beradaptasi selama setahun," ujar Wiku.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif