Siswa SD Pondok Cina, Jalan Margonda Raya, Depok.MTVN/Achmad Zulfikar Fazli,
Siswa SD Pondok Cina, Jalan Margonda Raya, Depok.MTVN/Achmad Zulfikar Fazli,

Orang Tua Murid Akui Kesulitan Ajari Anak dengan Kurikulum 2013

Nasional kurikulum 2013
Achmad Zulfikar Fazli • 11 Desember 2014 16:18
medcom.id, Depok: Polemik penerapan kurikulum 2013 yang baru saja dihentikan sementara oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan masih terus bergulir. Ada pro dan kontra terhadap penerapan program yang baru berjalan selama kurang lebih empat bulan ini.
 
Salah satu orang tua murid yang tidak setuju adalah Kayla. Ia ingin program kurikulum 2006 kembali diterapkan. Pasalnya, anaknya yang kini duduk di bangku kelas 4 di SD Pondok Cina, Depok, merasa kesulitan selama disuguhkan kurikulum 2013.
 
Selain itu, ia mengeluhkan sulitnya mengajarkan anak dengan metode baru tersebut ketika belajar di rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada keluhan (sulit dari anak). Anak saya juga jadi turun drastis nilainya. Terus kita sulit dalam mengajarkan anak. Kalau 2006 itu kita bisa mengajarkan sampai anak bisa," ujar Kayla kepada Metrotvnews.com di SD Pondok Cina, Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (11/12/2014).
 
Dengan kurikulum 2013, ia juga merasa sulit dalam melihat perkembangan anaknya. Berbeda dengan ketika menggunakan kurikulum 2006, orang tua dapat mengetahui apa saja mata pelajaran yang mampu dikuasai anaknya.
 
"Kalau 2006, karakter anak-anak menguasai pelajarannya ketahuan, kalau sekarang (kurikulum 2013) tidak ketahuan anak lebih menguasai apa," pungkas dia.
 
Namun, di sisi lain, orang tua murid lainnya, Lita, mengaku sampai saat ini anaknya yang duduk di kelas 5 di SDIT Al Haraki belum terlihat kesulitan dalam menghadapi kurikulum 2013.
 
Meski begitu, Lita mengakui adanya kesulitan dalam mengajarkan anaknya dengan kurikulum baru tersebut. Karena, dalam satu buku bisa meliputi 3-4 mata pelajaran. Hal ini yang berbeda dengan kurikulum 2006 yang dalam satu mata pelajaran terdapat satu buku yang berbeda.
 
"Orang tuanya kalau mau ngajarinnya susah. Kalau yang ini satu buku 4 pelajaran. Beda kalau dulu beda-beda kan bukunya. Tapi kalau anak senang-senang saja karena mungkin sudah mengerti, tapi kalau orang tua mau ngajarin enggak bisa," ujar Lita.
 

 
(PRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif