medcom.id Jakarta: Kementerian Sosial dan Polda Metro Jaya dikabarkan membawa kelima anak korban penelantaran orang tua L (10), C (10), D (8), AL (5) dan DN (4) ke rumah sakit Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk mendapat perawatan.
Pantauan <i>Metrotvnews.com</i> di Safe House SOS Children's Village, Cibubur, Jakarta Timur, mobil Toyota Avanza warna emas metalik dan Honda Jazz warna silver terlihat keluar pukul 10.35 WIB. Anak ketiga dari pasangan tersebut, D, terlihat duduk di kursi depan mobil Honda Jazz.
Kabar yang beredar, mereka dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, namun belum dapat dipastikan kebenaran dari informasi tersebut. Kepala Pengelola rumah aman Hadi Nitihardjo menolak untuk dimintai keterangan. "Untuk informasi individual kami tidak akan memberi keterangan apa-apa," katanya, Selasa (19/5/2015).
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi mental kelima anak tersebut. "Kalau latar belakang masa kecil Anda diekspos bagaimana? Kan tidak baik," lanjutnya.
Kasus orang tua menelantarkan anak ini terungkap Kamis 14 Mei pekan lalu. Mereka diketahui menelantarkan kelima anaknya.
Utomo, sang ayah, tega melarang anaknya yang berusia delapan tahun masuk ke rumah selama sebulan terakhir. Bocah inisial D itu tidak disekolahkan. Pada malam hari, D menumpang tidur di pos satpam perumahan.
Selain kasus penelantaran anak, polisi menjerat orangtua korban dengan kasus narkoba. Sebab, ditemukan paket sabu di rumahnya. Selain itu, tes <i>urine</i> keduanya positif sabu.
medcom.id Jakarta: Kementerian Sosial dan Polda Metro Jaya dikabarkan membawa kelima anak korban penelantaran orang tua L (10), C (10), D (8), AL (5) dan DN (4) ke rumah sakit Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk mendapat perawatan.
Pantauan
Metrotvnews.com di Safe House SOS Children's Village, Cibubur, Jakarta Timur, mobil Toyota Avanza warna emas metalik dan Honda Jazz warna silver terlihat keluar pukul 10.35 WIB. Anak ketiga dari pasangan tersebut, D, terlihat duduk di kursi depan mobil Honda Jazz.
Kabar yang beredar, mereka dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, namun belum dapat dipastikan kebenaran dari informasi tersebut. Kepala Pengelola rumah aman Hadi Nitihardjo menolak untuk dimintai keterangan. "Untuk informasi individual kami tidak akan memberi keterangan apa-apa," katanya, Selasa (19/5/2015).
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi mental kelima anak tersebut. "Kalau latar belakang masa kecil Anda diekspos bagaimana? Kan tidak baik," lanjutnya.
Kasus orang tua menelantarkan anak ini terungkap Kamis 14 Mei pekan lalu. Mereka diketahui menelantarkan kelima anaknya.
Utomo, sang ayah, tega melarang anaknya yang berusia delapan tahun masuk ke rumah selama sebulan terakhir. Bocah inisial D itu tidak disekolahkan. Pada malam hari, D menumpang tidur di pos satpam perumahan.
Selain kasus penelantaran anak, polisi menjerat orangtua korban dengan kasus narkoba. Sebab, ditemukan paket sabu di rumahnya. Selain itu, tes
urine keduanya positif sabu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)