Putra Maftuh Basyuni, Eko Basyuni saat ditemui pewarta di TMP Kalibata, Jakarta, Rabu (21/9/2016)/Metrotvnews.com/Deny Irwanto
Putra Maftuh Basyuni, Eko Basyuni saat ditemui pewarta di TMP Kalibata, Jakarta, Rabu (21/9/2016)/Metrotvnews.com/Deny Irwanto

Riwayat Penyakit dan Pengobatan Maftuh Basyuni

Deny Irwanto • 21 September 2016 16:39
medcom.id, Jakarta: Riwayat penyakit mantan Menteri Agama RI Muhammad Maftuh Basyuni baru diketahui pada Juli 2016. Putra pertama Maftuh Basyuni, Eko Basyuni mengatakan berdasarkan pada hasil diagnosa dokter ayahnya menderita penyakit kanker paru-paru.
 
"Sakit kanker paru-paru didiagnosa dua setengah bulan lalu, sekitar Juli," kata Eko di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016).
 
Saat pertama kali diketahui, kanker yang diderita Maftuh ternyata sudah mencapai stadium empat. Belum lagi, kata Eko, Maftuh juga dideteksi mengalami komplikasi penyakit.

"Diketahui punya kanker bulan Juli, sudah stadium empat dan ada penyebaran hingga ke paru-patu, ke liver dan kelenjar getah bening," lanjut Eko.
 
Sebelum kankernya diketahui, Maftuh mengalami penurunan berat badan drastis hanya dalam kurun waktu sebulan. "Sebelumnya berat badan turun 11 kilogram dalam waktu satu bulan, nafsu makan kurang, batuk enggak berhenti," ujar Eko.
 
Pengobatan
 
Setelah didiagnosa menderita kanker stadium empat, pihak keluarga membawa Maftuh ke beberapa rumah sakit. Proses penyembuhan diawali dengan pengobatan ke Rumah Sakit Dharmais, Jakarta Barat. Selain itu, almarhum juga pernah dibawa berobat ke Kuala Lumpur, Malaysia.
 
"Ke Kuala Lumpur sekitar tiga minggu, terus balik lagi ke Indonesia di RSPAD," kata Eko.
 
Mengamati kondisi yang cenderung menurun, pihak keluarga juga sempat merencanakan melakukan pengobatan ke Jepang. Sayangnya, kata Eko, Tuhan lebih dulu memanggil ayahanda sebelum rencana yang akan dilakukan Kamis, 22 September besok.
 
Semangat tumbuh kala dijenguk SBY 
 
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Maftuh Basyuni sempat dijenguk Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka berdua sempat bercakap tentang perkembangan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
 
Eko megatakan, kedatangan SBY pada Selasa, 20 September siang itu bahkan sempat menumbuhkan semangat Maftuh untuk bertahan. Mantan Menag era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) itu bahkan menyatakan ingin segera sembuh.
 
"Ayah saya senang sekali ketemu pak SBY. Dia tampak semangat sekali untuk kembali sehat. Namun sore harinya kembali drop dan akhirnya setelah Magrib meninggal," kata Eko.
 
Maftuh lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 4 November 1939. Selain pernah menjabat sebagai Menteri Agama RI, ia juga menjabat sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) periode 2014-2017.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SBH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>