medcom.id, Jakarta: Duka mendalam masih menyelimuti hati Sumiyati, ibunda Afifah Andriyani, 14. Sudah lebih dari satu bulan Afifah meninggalkan rumah tanpa pamit dan kini belum kembali.
Afifah meninggalkan rumah sejak 4 April 2016. Sumiyati sudah merasa putus asa. Lebih-lebih polisi belum bisa melacak keberadaan siswi kelas VIII SMP Sumpah Pemuda, Joglo, tersebut.
"Saya bingung dan hampir putus asa. Sudah dicari ke mana-mana, tapi Afifah belum ditemukan," keluh Sumiyati kepada Metrotvnews.com, Selasa (17/5/2015).
Sumiyati nyaris tak kuasa memendam rindu sampai terasa sesak di dada. Tapi, apa daya. Dia kini hanya bisa berdoa agar Afifah segera pulang. "Siang dan malam kerjaan saya menangis, salat, dan berdoa biar anak saya cepat pulang," lanjut Sumiyati.
Menurut Sumiyati, Afifah adalah segalanya. Anak itu harta tak ternilai baginya. "Tolong saya, saya harus bagaimana? Anak saya adalah harta saya, harapan saya," beber Sumiyati.
Sumiyati tidak banyak menaruh curiga kepada teman-teman Afifah. Sumiyati hanya pernah mendapat informasi bahwa putrinya mempunyai teman dekat di jejaring sosial.
Sumiyati menunjukkan foto Afifah. Foto: MTVN/Arga Sumantri
Sumiyati menduga kepergian putrinya dipengaruhi oleh teman dekat Afifah yang dikenal di jejaring sosial tersebut. "Saya tidak tahu anak saya pergi sama siapa. Tapi pernah saya tanya ke teman anak saya, katanya anak saya punya teman cowok di Facebook tapi tinggal di daerah Bogor, namanya Rezah, saya pikir anak saya korban hipnotis lewat facebook," tandas Sumiyati.
Sebelumnya, pihak kepolisian menduga Afifah yang meninggalkan rumah tanpa pamit sejak 4 April 2016 pergi bersama kekasihnya.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Kota AKBP Sutarmo mengklaim, hilangnya Afifah bukan merupakan kasus penculikan. "Itu bukan kasus penculikan, pergi meninggalkan rumah dengan pacarnya, karena hubungannya tidak direstui orang tua," kata Sutarmo saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Sabtu 30 April.
Meski mengklaim bukan kasus penculikan, namun Sutarmo mengatakan jika polisi belum bisa mengetahui keberadaan siswi kelas VIII SMP Sumpah Pemuda, Joglo, tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug Ipda Dicky mengatakan, polisi sudah melakukan berbagai upaya untuk mencari keberadaan Afifah. Salah satunya dengan menyebar selebaran kertas orang hilang.
"Terkait masalah orang hilang, kita masih mencari informasi keberadaan anak tersebut. Kita juga sudah membuat selebaran info orang hilang, kita tempel di seluruh wilayah Ciledug dan sekitarnya," ungkap Dicky saat dikonfirmasi, Metrotvnews.com, Jumat 29 April.
medcom.id, Jakarta: Duka mendalam masih menyelimuti hati Sumiyati, ibunda Afifah Andriyani, 14. Sudah lebih dari satu bulan Afifah meninggalkan rumah tanpa pamit dan kini belum kembali.
Afifah meninggalkan rumah sejak 4 April 2016. Sumiyati sudah merasa putus asa. Lebih-lebih polisi belum bisa melacak keberadaan siswi kelas VIII SMP Sumpah Pemuda, Joglo, tersebut.
"Saya bingung dan hampir putus asa. Sudah dicari ke mana-mana, tapi Afifah belum ditemukan," keluh Sumiyati kepada
Metrotvnews.com, Selasa (17/5/2015).
Sumiyati nyaris tak kuasa memendam rindu sampai terasa sesak di dada. Tapi, apa daya. Dia kini hanya bisa berdoa agar Afifah segera pulang. "Siang dan malam kerjaan saya menangis, salat, dan berdoa biar anak saya cepat pulang," lanjut Sumiyati.
Menurut Sumiyati, Afifah adalah segalanya. Anak itu harta tak ternilai baginya. "Tolong saya, saya harus bagaimana? Anak saya adalah harta saya, harapan saya," beber Sumiyati.
Sumiyati tidak banyak menaruh curiga kepada teman-teman Afifah. Sumiyati hanya pernah mendapat informasi bahwa putrinya mempunyai teman dekat di jejaring sosial.
Sumiyati menunjukkan foto Afifah. Foto: MTVN/Arga Sumantri
Sumiyati menduga kepergian putrinya dipengaruhi oleh teman dekat Afifah yang dikenal di jejaring sosial tersebut. "Saya tidak tahu anak saya pergi sama siapa. Tapi pernah saya tanya ke teman anak saya, katanya anak saya punya teman cowok di Facebook tapi tinggal di daerah Bogor, namanya Rezah, saya pikir anak saya korban hipnotis lewat facebook," tandas Sumiyati.
Sebelumnya, pihak kepolisian menduga Afifah yang meninggalkan rumah tanpa pamit sejak 4 April 2016 pergi bersama kekasihnya.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Kota AKBP Sutarmo mengklaim, hilangnya Afifah bukan merupakan kasus penculikan. "Itu bukan kasus penculikan, pergi meninggalkan rumah dengan pacarnya, karena hubungannya tidak direstui orang tua," kata Sutarmo saat dikonfirmasi
Metrotvnews.com, Sabtu 30 April.
Meski mengklaim bukan kasus penculikan, namun Sutarmo mengatakan jika polisi belum bisa mengetahui keberadaan siswi kelas VIII SMP Sumpah Pemuda, Joglo, tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug Ipda Dicky mengatakan, polisi sudah melakukan berbagai upaya untuk mencari keberadaan Afifah. Salah satunya dengan menyebar selebaran kertas orang hilang.
"Terkait masalah orang hilang, kita masih mencari informasi keberadaan anak tersebut. Kita juga sudah membuat selebaran info orang hilang, kita tempel di seluruh wilayah Ciledug dan sekitarnya," ungkap Dicky saat dikonfirmasi,
Metrotvnews.com, Jumat 29 April.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)