Jenazah Pilot Lion Air Teridentifikasi
Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi - ANTARA/Bayu Satrio Wibowo
Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi jenazah Bhavye Suneja. Bhavye merupakan pilot dari pesawat Lion Air JT-610, yang jatuh di perairan Kabupaten Karawan, Jawa Barat.

"Jenazah pilot berhasil diidentifikasi melalui Deoxyribose Nucleic Acid (DNA)," kata Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Arthur Tampi di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

Selain jenazah Bhavye, tim DVI juga telah mengidentifikasi 15 korban lainnya. Ke-16 jenazah ini teridentifikasi di hari terakhir proses identifikasi korban.


Baca: 125 Korban Lion Air Teridentifikasi

Identitas dari 15 korban selain pilot Bayve yang diidentifikasi itu antara lain;

1. Hendra Tanjaya, pria, 46 tahun, pria, melalui DNA.

2. Muhamada Ikhsan, pria, 29 tahun,  melalui DNA.

3. Aji Septian Nugroho, pria, 23 tahun, melalui DNA.

4. Faisah harahap pria, 46 tahun, melalui DNA.

5. Liu Chandra, pria, 49 tahun, melalui DNA.

6. Cici Ariska, perempuan, 27 tahun, melalui DNA.

7. Rumadi Ramadan, pria, 40 tahun, melalui DNA.

8. Chandra Hasan, pria, 69 tahun, melalui DNA.

9. Elfira Kusuma Wijayanti, perempuan, 27 tahun, melalui DNA.

10. Rangga Adiprana, pria, 38 tahun, melalui DNA.

11. Puti Fatika, perempuan, 19 tahun, melalui DNA.

12. Heni Heuw, perempuan, 56 tahun, melalui DNA.

13. Afriyandi, pria, 39 tahun, melalui DNA.

14. Yoga Perdana, pria, 33 tahun, melalui DNA.

15. Sui Di, perempuan, 66 tahun, melalui DNA.

Hingga saat ini total korban yang berhasil diidentifikasi berjumlah 125 jenazah dengan rincian, pria sebanyak 89 dan perempuan 36 orang. Namun, DVI Polri memastikan proses identifikasi akan dilakukan jika jenazah kembali ditemukan.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id