Foto udara bencana longsor melanda kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019). Antara/M Agung Rajasa
Foto udara bencana longsor melanda kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/1/2019). Antara/M Agung Rajasa

Sukabumi Rawan Longsor

Nasional bencana longsor Longsor Sukabumi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 02 Januari 2019 19:13
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Sukabumi, Jawa Barat, sebagai wilayah rawan longsor. Tanah di wilayah itu rawan bergerak jika curah hujan di atas normal. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Hutomo menjelaskan, Sukabumi sering dilanda longsor. Sejak 2009, tercatat ada 132 musibah longsor terjadi di Sukabumi.

“Jadi selama 10 tahun terakhir, longsor adalah bencana paling banyak di Kabupaten Sukabumi, karena memang daerahnya (kategori) rawan menengah sampai tinggi,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Lebih spesifik, kawasan di Sukabumi yang masuk kategori rawan longsor yakni Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok. BNPB mengategorikan desa itu sebagai 'zona merah' longsor. Baca: Cianjur Siaga Bencana Longsor dan Pergerakan Tanah

Sayangnya, kata Sutopo, masyarakat sekitar belum paham betul kalau wilayah mereka masuk zona rawan longsor. Selain minim pengetahun, sosialisasi potensi kebencanaan di wilayah itu juga dinilai masih kurang. Termasuk, soal cara mengantisipasi bencana longsor. 

"Menurut pengakuan (warga) belum mendapat sosialisasi, belum mendapat pendidikan kebencanaaan,” ungkapnya.

Longsor menimpa perkampungan di Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Senin, 31 Desember 2018. Hingga saat ini, BNPB mencatat 15 orang meninggal, tiga orang luka-luka, dan 20 orang masih dilaporkan hilang. Secara keseluruhan, ada 101 orang yang terdiri dari 32 kepala keluarga terdampak longsor.




(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi