Arundina Mart. Foto: Medcom.id/Candra
Arundina Mart. Foto: Medcom.id/Candra

Jejak Tersembunyi Pembakaran Mapolsek Ciracas

Nasional Perusakan Polsek Ciracas
Candra Yuri Nuralam • 19 Desember 2018 19:19
Jakarta: Ada fakta menarik beberapa jam sebelum sekelompok orang menyerang markas Polsek (Mapolsek) Ciracas, Jakarta Timur, Senin, dua pekan lalu. Keberadaan fakta ini membuat masyarakat semakin sukar memisahkan keterkaitan antara peristiwa pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir di Arundina dengan pembakaran mapolsek.

Seorang juru parkir di Arundina, Budi, menceritakan kejadian tak lama setelah insiden pemukulan terhadap anggota TNI oleh koleganya, Senin, 10 Desember siang. Budi adalah salah satu juru parkir di depan Arundina Mart, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur.

"Setelah cekcok itu sebenarnya sudah ada upaya damai. Tapi, dari anggota TNI mendesak ingin tahu siapa yang memukul rekannya," kata Budi mulai bercerita saat ditemui di sekitar Arundina, Rabu, 19 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Desakan itu membuat suasana kembali memanas pada sore harinya. Melalui aplikasi percakapan WhastApp, para juru parkir berkonsolidasi dan mengumpulkan massa saat itu juga.  "Anak-anak (para juru parkir) panaslah. Jadi, kumpul semua dari mana-mana," kata Budi.

Saking banyaknya, jalanan di sekitar Arundina sesak oleh juru parkir. Mereka berjaga-jaga jika ada keributan lebih lanjut.

Budi mengatakan para juru parkir ini juga ikut bergerak ke Polsek Ciracas malam itu. Ditanya apakah massa ini juga ikut merusak mapolsek, Budi tak menjawab, "Saya tak bisa jawab."
Ruangan di Mapolsek Ciracas yang dibakar

Ada jejak ormas

Jejak organisasi kemasyarakatan (ormas) juga kentara di kasus ini. Masih menurut Budi, ada beberapa ormas yang 'memelihara' para juru parkir. 

"Setiap hari kami selalu menyetor uang kepada ormas," kata dia. 

Budi sendiri mengaku kalau dia merupakan anggota ormas tersebut. Ini ditunjukkan dengan kepemilikan kartu tanda anggota (KTA). "Saya susah 10 tahun jadi anggota," ujarnya.

Menurutnya, sebelum ormas ini menguasai area sekitar Arundina, pengelolaan parkir dilakukan oleh warga setempat. "Tapi, mereka (ormas) mengambil alih. Setiap hari kita bayar, bergantung tempat sama yang mengelola. Soalnya beda-beda," kata Budi.

Budi mengatakan semua tukang parkir tunduk dengan perintah dari ormas. "Kalau ormas sudah ngomong, harus patuh. Seperti sekarang, kita diminta buat jangan ada di depan Arundina, ya, saya tidak jaga. Soalnya mereka yang jaga di sini." kata Budi.

Baca: Polsek Ciracas Berbenah

Ratusan orang mendatangi dan membakar markas Polsek (Mapolsek) Ciracas pada Selasa, 11 Desember malam hingga Rabu, 12 Desember dini hari. Perusakan disertai pemukulan dilakukan terhadap anggota polisi dan warga sipil yang melintasi kawasan itu.

Massa juga menghancurkan kendaraan dinas, sejumlah properti milik polsek, serta kendaraan sipil. Aksi ini diduga sebagai reaksi dari pengeroyokan terhadap anggota TNI AL Kapten Komaruddin dan Pratu Rivonanda dari Kesatuan Dronkavser Paspampres oleh sekelompok tukang parkir pada Senin, 10 Desember, di kawasan Arundina, sekitar 8,5 kilometer dari Mapolsek Ciracas.




(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi