Kemenko PMK Ingatkan Masyarakat Tidak Sebarkan Hoaks
Kemenko PMK mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong yang dapat menghambat penanganan di lokasi bencana (Foto:Dok.Kemenko PMK)
Jakarta: Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia seperti di Lombok, Palu, dan Situbondo, menjadi momentum untuk berkontribusi meringankan beban para korban.

"Dengan bergotong royong meringankan beban para korban bencana, maka masyarakat telah berkontribusi terhadap upaya penanganan pascabencana yang dilakukan pemerintah sehingga dapat lebih efektif," ujar Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nyoman Shuida Deputi, dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Nyoman, salah satu dukungan yang dapat diberikan oleh masyarakat adalah dengan tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) yang dapat menghambat penanganan di lokasi bencana.


"Jangan memanfaatkan bencana yang terjadi sebagai kesempatan untuk memecah-belah bangsa dengan menyebarkan hoaks karena dampak negatifnya sangat besar dan akan menghambat upaya penanganan di lokasi bencana," kata Nyoman.

Selain itu, kontribusi masyarakat dapat dilakukan dengan ikut serta menjadi relawan untuk membantu upaya penanganan di wilayah bencana, atau mengirimkan bantuan ke lokasi bencana melalui lembaga resmi.

"Hal tersebut sudah cukup membantu upaya penanganan pascabencana yang dilakukan pemerintah,” kata Nyoman.

Dia kembali mengingatkan agar Semangat revolusi mental terus dipegang oleh seluruh masyarkat Indonesia, baik mereka yang tidak terdampak maupun mereka yang menjadi korban bencana.
"Masyarakat harus bersama-sama mengimplementasikan Gerakan Indonesia Bersatu sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat terus dipelihara dan tidak akan lekang, walaupun Indonesia saat ini sedang menghadapi bencana” kata Nyoman.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id