Sekretaris Utama BIG, Muhtadi Ganda Sutrisna (berbaju putih). Foto: Medcom.id/ Theofilus
Sekretaris Utama BIG, Muhtadi Ganda Sutrisna (berbaju putih). Foto: Medcom.id/ Theofilus

Mengenal Multifungsi Peta Geospasial Dasar

Nasional Kebijakan Satu Peta
Theofilus Ifan Sucipto • 05 Mei 2019 00:44
Jakarta: Badan Informasi Geospasial (BIG) menyebut peta geospasial dasar memiliki banyak fungsi. Peta ini menjadi bisa menjadi acuan pembangunan bahkan acuan peta bencana di Indonesia.
 
"Seluruh aspek pembangunan sangat memerlukan informasi geospasial," kata Sekretaris Utama BIG, Muhtadi Ganda Sutrisna dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu 4 Mei 2019.
 
Dia mengatakan peta ini bisa berfungsi dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemonitoran pebangunan. Hal ini, kata Muhtadi, juga berlaku dalam konsep perencanaan pembangunan nasional. Pasalnya, unsur geospasial merupakan kesatuan dari konsep penetapan pembangunan selain unsur tematik, integratif, dan holistik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peta geospasial dasar juga menjadi acuan untuk membentuk peta tematik yang sifatnya lebih spesifik. Sejauh ini BIG sudah merilis lebih dari 80 peta tematik, salah satunya peta bencana.
 
Pemetaan geospasial menjadi penyokong program pemerintah yaitu Kebijakan Satu Pintu. Pembuatan satu peta yang dijadikan peta dasar diatur dalam Undang Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.
 
Pada pelaksanaannya, kata dia, hampir seluruh institusi menggunakan peta geospasial. Misalnya perusahaan yang hendak membuat gedung baru, pemerintah daerah untuk menentukan lokasi RT/RW, hingga perguruan tinggi untuk keperluan penelitian.
 
Peta geospasial dasar menjadi bagian detail tata ruang, mitigasi, dan peta tematik lainnya. Muhtadi mengatakan saat ini BIG tengah melakukan percepatan dalam menyelesaikan peta-peta tematik lain.
 
Misalnya menyediakan peta dengan skala 1:1.000 untuk bagian darat di wilayah-wilayah metropolitan. Sedangkan untuk wilayah laut, BIG baru bisa mengembangkan peta geospasial dasar dari 60 persen total luas laut Indonesia dengan skala 1:10.000 yang dijadikan acuan untuk pengembangan tol laut.
 
"Model ini bisa dipakai sebagai dasar analisis dan membantu mitigasi bencana," pungkasnya.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif