Korban Bencana Lombok Mulai Menata Perekonomian

Antara 27 Oktober 2018 15:26 WIB
gempa bumiGempa Lombok
Korban Bencana Lombok Mulai Menata Perekonomian
Pedagang melayani pelanggan, di Pasar Tanjung, Tanjung, Lombok Utara, NTB. Antara/Zabur Karuru
Lombok: Warga yang menjadi korban Gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai kembali menata kehidupan perekonomian. Mereka mulai kembali beraktivitas tiga bulan pascabencana.

"Setelah membangun hunian sementara (huntara) bantuan dari cash transfer progam (CTP) yang diberikan PMI rencananya saya ingin mempunyai usaha pembuatan kue, karena untuk kerja tidak mungkin sebab masih punya anak balita," kata Evi Anggraeni, salah seorang seorang warga Dusun Mekarsari, di Lombok, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Sejumlah warga yang tinggal di Dusun Mekarsari, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara yang saat ini mulai beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


Selama ini ia tinggal bersama anaknya di tenda pengungsian karena rumahnya sudah rata dengan tanah. Walaupun cukup banyak bantuan yang sudah diterimanya, tetapi ia tidak ingin selalu mengandalkan bantuan.

Apalagi, dirinya punya keahlian untuk membuat kue. Alasan ini yang membuatnya berusaha bangkit setelah memiliki huntara. Lebih leluasa beraktivitas dan punya usaha sendiri katanya.

Baiq Lia Yukasmini, 30, warga lain dari Dusun Mekarsari, juga lebih memilih bekerja karena tidak lagi punya suami. Kini dia berusaha hidup mandiri bersama anaknya.

"Jika saya tidak kerja bagaimana bisa menghidupi keluarga khususnya anak. Yang terpenting sekaran roda perekonomian kembali berputar," tambahnya.

Sementara Fauzi, warga Dusun Temposodo, mengaku tengah membangun huntara dari bantuan CTP PMI. Setelah terbangun, pria berusia 36 tahun ini akan kembali menjadi buruh untuk menghidupi keluarganya.

"Sudah lama saya tidak bekerja dan selama ini hanya mengandalkan bantuan. Kami ingin bangkit walaupun di tengah keterbatasan. Tang terpenting ekonomi keluarga tetap berputar," katanya.

Bantuan berbagai negara

Di tempat terpisah, Koordinator Tim Assessment CTP PMI Provinsi NTB Hijir Ismail menyebut CTP ini tidak hanya sebatas membangun huntara. Program ini berupaya memulihkan keadaan masyarakat terdampak bencana gempa. Khususnya dari sisi perekonomian warga.

Jumlah penerima bantuan CTP ini sebanyak 10 ribu kepala keluarga. Sumber bantuan itu berasal dari sumbangan lembaga palang merah dari beberapa negara.

"Setiap warga yang penerima bantuan ini akan diberikan voucher berupa kartu beneficaries yang nantinya kan ditukarkan dengan bahan baku pembuatan huntara senilai Rp930 ribu di toko bangunan yang sudah ditunjuk," katanya.

Sejumlah pasar seperti di Dusun Mekarsari sudah mulai beraktivitas jual beli, walaupun tidak begitu ramai dan kondisi pasar yang rusak.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id