Sang Sukrasana telah dipentaskan pada Minggu, 17 November 2019, pukul 16.00 WIB, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat (Foto:Dok)
Sang Sukrasana telah dipentaskan pada Minggu, 17 November 2019, pukul 16.00 WIB, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat (Foto:Dok)

Sukses Digelar, Lakon Sang Sukrasana Libatkan Personel TNI dan Polri

Nasional Djarum Foundation
Rosa Anggreati • 25 November 2019 13:23
Jakarta: Lakon Sang Sukrasana terinspirasi oleh situasi negara yang sedang dirundung kemelut perebutan kekuasaan sambil melalaikan kepentingan rakyat yang seharusnya disejahterakan.
 
Digagas oleh Laskar Indonesia Pusaka dalam rangka memeringati Hari Wayang Nasional, Sang Sukrasana telah sukses dipentaskan pada Minggu, 17 November 2019, pukul 16.00 WIB, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya Nomor 73, Jakarta Pusat.
 
Pagelaran Sang Sukrasana merupakan persembahan karya visual dari generasi muda bangsa Indonesia dengan bimbingan para senior yang memahami pakem Jawa klasik dalam balutan budi luhur layaknya cerita perwayangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yang membuat lakon wayang orang ini makin menarik ialah melibatkan seluruh lapisan masyarakat lintas generasi dan profesi. Mereka yang terlibat pementasan Sang Sukrasana ialah Wayang Orang Bharata, PATI sertaPrajurit TNI dan Polri, para Punawirawan, serta tokoh-tokoh pecinta wayang orang.
 
Tak hanya itu, sejumlah selebritas dan figur publik juga ambil bagian, yaitu Lukman Sardi sebagai Sukrasana, Maudy Koesnaedi sebagai Dewi Citralangeni, Asmara Abigail sebagai Dewi Citrawati, Ruth Marini, Inayah Wahid, dan Tina Toon.
 
Sukrasana adalah tokoh wayang asli dari Indonesia, bukan dari Mahabharata. Cerita klasik Sukrasana dan sang kakak Sumantri terjadi jauh sebelum kemunculan Mahabharata, yaitu saat para dewa-dewi masih hidup berdampingan dengan manusia.
 
Sukses Digelar, Lakon Sang Sukrasana Libatkan Personel TNI dan Polri
 
Sukrasana dikisahkan sebagai tokoh ksatria sakti mandraguna yang dilatih oleh salah satu dewa terkuat di kahyangan, Batara Indra. Sukrasana yang memiliki kekuatan luar biasa memiliki wajah menyerupai buto kecil. Seram dan buruk rupa.
 
Penampilan Sukrasana berbanding terbalik dengan kakaknya, Sumantri, seorang ksatria ambisius yang tampan rupawan.
 
Dalam banyak hal, Sukrasana sangat menyayangi kakaknya dan selalu ada tanpa pamrih membantu kakaknya baik dalam peperangan maupun dalam kesulitan lainnya. Kisah Sumantri dan Sukrasana memiliki akhir yang tragis ketika kesetiaan dikhianati oleh ambisi.
 
"Pergelaran Sang Sukrasana dapat mengingatkan kita bahwa penguasa hanya bisa berkuasa berkat dipilih dan didukung oleh rakyat. Maka pembangunan negara dan bangsa wajib senantiasa ditatalaksanakan bukan untuk menyengsarakan, namun dipersembahkan untuk kesejahteraan rakyat," ujar pendiri Laskar Indonesia Pusaka Jaya Suprana.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif