Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Polisi. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Polisi Pasang Mata Pascabom Bunuh Diri

Nasional Bom Bunuh Diri Kartasura
Theofilus Ifan Sucipto • 04 Juni 2019 13:25
Jakarta: Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meningkatkan kewaspadaan pascabom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Hal ini untuk mengantisipasi potensi kerawanan.
 
"Kita fokus untuk mengantisipasi segala macam ancaman dan gangguan yang mungkin bisa terjadi," Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Juni 2019.
 
Dedi menjelaskan saat ini ada sekitar 158 ribu personel yang bersiaga di Operasi Ketupat Jaya pada Lebaran 2019, baik di Cikopo, Brebes, Semarang, dan Ngawi. Personel itu berasal dari gabungan Polri, TNI, dan dinas-dinas terkait.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Petugas yang bertugas tidak dilengkapi senjata. Hal ini, kata Dedi, untuk memberi rasa aman bagi pemudik. Kendati begitu, aparat tetap dilengkapi dengan sistem perlindungan tubuh. "Masyarakat tidak perlu khawatir baik saat mudik maupun merayakan Idulfitri," tegas Dedi.
 
Dia menambahkan seluruh tempat pusat keramaian masyarakat akan menjadi fokus pengamanan kepolisian. Hal ini meliputi pusat perbelanjaan maupun objek wisata.
 
Aksi teror melanda Pos Pengamanan Tugu Kartasura, Senin, 3 Juni 2019. Aksi yang dilancarkan RA di penghujung Ramadan ini tidak memakan korban.
 
Baca: Kronologi Bom Bunuh Diri di Pospam Kartasura
 
"Tidak ada korban dari masyarakat maupun dari polisi," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel saat meninjau lokasi ledakan Selasa dini hari.
 
RA diduga berupaya menyerang polisi. Hal ini pun sudah berulang kali terjadi di berbagai tempat. "Ini serangan kepada petugas polisi dan ini bukan yang pertama," kata Rycko.
 
Dalam melakukan aksinya, RA menggunakan bom pinggang. Dia mengalami luka di perut dan tangan kanan akibat ledakan tersebut.
 
Berdasarkan investigasi sementara, RA terpapar kelompok militan Negara Islam (ISIS). Namun, kepolisian belum bisa menggali lebih jauh dan menunggu sampai kondisi RA benar-benar pulih.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif