Ilustrasi- Massa melakukan perlawanan ke arah Brimob di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari. ANT/Risyal Hidayat.
Ilustrasi- Massa melakukan perlawanan ke arah Brimob di Kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari. ANT/Risyal Hidayat.

Polisi Kesulitan Cari TKP Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei

Nasional pemilu serentak 2019 Demo Massa Penolak Pemilu
Cindy • 13 Juni 2019 02:15
Jakarta: Tim Investigasi Gabungan Mabes Polri masih terus menyelidiki penyebab kematian sembilan orang saat kerusuhan 21-22 Mei. Tim fokus menggali tempat kejadian perkara (TKP) kesembilan korban tewas
 
"Jadi kita menelusuri kembali di mana korban itu jatuh dan meninggal dunia. Ini menjadi penting sebagai titik awal penyelidikan kita, di mana kejadiannya, seperti apa peristiwanya, dan saksi-saksinya,"kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Juni 2019.
 
Lanjutnya, penyebab meninggalnya korban sedang ditelusuri. Butuh olah TKP dan keterangan beberapa saksi di TKP untuk kemudian diketahui penyebab pasti tewasnya para korban.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang utama sekali kita harus berangkat dari TKP. Kita harus tahu dulu TKP-nya di mana. Dari situ kita mengembangkan saksi yang lihat, tahu, dan dengar," jelas Asep.
 
Tim gabungan menemui hambatan mencari TKP pasti korban tewas saat kerusuhan pecah. Pasalnya, korban langsung dibawa ke rumah sakit sehingga menyulitkan polisi mengetahui titik pasti tewasnya para korban.
 
"Karena tidak secara keseluruhan kita mengetahui di mana TKP terjadinya hal yang menyebabkan meninggal dunia tersebut. Karena semuanya, korban-korban ini diduga pelaku aksi rusuh ini langsung diantarkan ke rumah sakit," terangnya.
 
Polisi meminta kerja sama berbagai pihak seperti Kompolnas, Komnas HAM dan Ombudsman untuk membantu penyelidikan. Dia juga ingin masyarakat turut serta membantu memberikan keterangan yang dibutuhkan.
 
"Diharapkan sebuah kerja sama, selain dari lembaga yg tadi saya sebutkan, juga masyarakat diharapkan memberikan keterangan. Intinya tim investigasi gabungan sedang bekerja keras utk menemukan bukti itu," tutup Asep.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif