Jakarta: Senyum merupakan bentuk ekspresi yang menggambarkan emosi positif seperti kesenangan dan kebahagian. Di banyak negara, orang-orang yang mudah berbagi senyum dianggap ramah dan sopan.
Bahkan di Indonesia, senyum kepada orang lain merupakan bentuk keramahan yang menjadi standar kearifan lokal hampir di seluruh wilayah tanah air.
Namun, ada beberapa negara yang masyarakatnya tidak suka tersenyum kepada orang lain, salah satunya adalah Rusia. Tersenyum kepada orang lain atau orang asing di Rusia dianggap sesuatu yang tidak wajar.
Melansir dari the Atlantic, orang Rusia jarang tersenyum bukan berarti kalau mereka tidak bahagia.
"Hanya saja, tersenyum tanpa alasan bukanlah keterampilan yang dimiliki atau harus dilakukan oleh orang Rusia. Bahkan ada pepatah Rusia yang secara kasar diterjemahkan menjadi menyeringai tanpa alasan adalah tanda kebodohan," tulis the Atlantic.
Selain itu, tersenyum di Rusia menandakan ketertarikan yang bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman bahkan merasa terancam. Meski begitu, pada dasarnya tersenyum di Rusia tetap diperbolehkan, namun dengan syarat hanya untuk mereka yang sudah saling mengenal.
Hal ini sudah menjadi budaya di Rusia. Bahkan pelayan toko pun tidak akan memberikan senyuman ke para pelanggannya.
Jakarta:
Senyum merupakan bentuk ekspresi yang menggambarkan emosi positif seperti kesenangan dan kebahagian. Di banyak negara, orang-orang yang mudah berbagi senyum dianggap ramah dan sopan.
Bahkan di Indonesia, senyum kepada orang lain merupakan bentuk keramahan yang menjadi standar kearifan lokal hampir di seluruh wilayah tanah air.
Namun, ada beberapa negara yang masyarakatnya tidak suka tersenyum kepada orang lain, salah satunya adalah
Rusia. Tersenyum kepada orang lain atau orang asing di Rusia dianggap sesuatu yang tidak wajar.
Melansir dari
the Atlantic, orang Rusia jarang tersenyum bukan berarti kalau mereka tidak bahagia.
"Hanya saja, tersenyum tanpa alasan bukanlah keterampilan yang dimiliki atau harus dilakukan oleh orang Rusia. Bahkan ada pepatah Rusia yang secara kasar diterjemahkan menjadi menyeringai tanpa alasan adalah tanda kebodohan," tulis
the Atlantic.
Selain itu, tersenyum di Rusia menandakan ketertarikan yang bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman bahkan merasa terancam. Meski begitu, pada dasarnya tersenyum di Rusia tetap diperbolehkan, namun dengan syarat hanya untuk mereka yang sudah saling mengenal.
Hal ini sudah menjadi budaya di Rusia. Bahkan pelayan toko pun tidak akan memberikan senyuman ke para pelanggannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)