Ilustrasi seseorang mengalami masalah kulit saat cuaca panas. (Foto: Pexels)
Ilustrasi seseorang mengalami masalah kulit saat cuaca panas. (Foto: Pexels)

5 Penyakit Kulit yang Bisa Muncul saat Cuaca Panas

Muhammad Syahrul Ramadhan • 21 Oktober 2026 14:59
Ringkasnya gini..
  • Cuaca panas dapat memicu lima masalah kulit, mulai dari biang keringat hingga kulit kering dan dehidrasi.
  • Keringat berlebih, kelembapan, dan paparan sinar UV dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan kulit.
  • Gunakan sunscreen, jaga kulit tetap kering, kenakan pakaian nyaman, dan cukupi kebutuhan cairan saat cuaca panas.
Jakarta: Cuaca panas tidak hanya membuat tubuh mudah berkeringat, tetapi juga dapat memicu berbagai masalah kulit. Paparan sinar ultraviolet (UV), kelembapan, serta produksi keringat berlebih bisa membuat kulit lebih rentan mengalami iritasi hingga infeksi.

Kondisi panas membuat tubuh meningkatkan produksi keringat untuk menjaga suhu tubuh. Namun, keringat yang bercampur dengan kotoran dan polusi dapat menyumbat pori-pori. Sementara itu, paparan sinar UV tanpa perlindungan dapat merusak sel kulit.

Karena itu, menjaga kebersihan dan kelembapan kulit menjadi hal penting saat cuaca terik. Berikut lima masalah kulit yang perlu diwaspadai.

1. Biang Keringat

Biang keringat atau miliaria merupakan masalah kulit yang terjadi ketika saluran keringat tersumbat. Akibatnya, keringat terperangkap di bawah kulit dan menimbulkan peradangan.

Gejalanya dapat berupa bintik-bintik kecil berwarna bening atau merah yang terasa gatal dan perih. Kondisi ini umumnya muncul di bagian tubuh yang mudah berkeringat, seperti dahi, leher, dada, punggung, serta lipatan kulit.

Penggunaan pakaian ketat juga dapat membuat area kulit lebih mudah mengalami masalah ini. Oleh karena itu, memilih pakaian yang longgar dan membantu menyerap keringat dapat menjadi salah satu langkah pencegahan.

2. Kulit Terbakar Matahari (Sunburn)

Paparan sinar matahari berlebihan, terutama sinar ultraviolet B (UVB), dapat menyebabkan kulit terbakar atau sunburn. Kondisi ini memicu peradangan pada kulit setelah terpapar sinar matahari terlalu lama tanpa perlindungan yang memadai.

Gejalanya meliputi kulit memerah, terasa panas dan nyeri, hingga mengalami pembengkakan. Pada kondisi yang lebih parah, kulit juga dapat melepuh.

Paparan sinar UV yang berulang turut meningkatkan risiko penuaan dini, munculnya flek hitam, dan kanker kulit. Untuk mengurangi risiko tersebut, penggunaan tabir surya serta perlindungan tambahan saat beraktivitas di luar ruangan menjadi penting.

3. Infeksi Jamur Kulit

Cuaca panas yang disertai kelembapan tinggi dapat mendukung pertumbuhan jamur pada kulit. Kondisi tubuh yang sering basah akibat keringat juga membuat sejumlah area lebih rentan mengalami infeksi jamur.

Beberapa jenis infeksi jamur kulit meliputi kurap atau tinea corporis, kutu air atau tinea pedis, serta panu atau tinea versicolor.

Salah satu cara mencegahnya adalah menjaga kulit tetap bersih dan kering, terutama di area lipatan paha, ketiak, dan sela-sela jari kaki. Setelah mandi atau berkeringat, keringkan tubuh menggunakan handuk bersih agar kelembapan tidak bertahan terlalu lama.

4. Jerawat

Produksi keringat dan minyak yang meningkat saat cuaca panas dapat memperburuk masalah jerawat. Ketika bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran, campuran tersebut bisa menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat.

Untuk mengurangi risikonya, bersihkan wajah secara rutin dan pilih produk perawatan kulit berlabel nonkomedogenik atau berbasis air. Produk tersebut dapat membantu mengurangi risiko penyumbatan pori-pori.

Meski begitu, membersihkan wajah secara berlebihan juga perlu dihindari karena dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Perawatan yang tepat perlu dilakukan secara teratur tanpa membuat kulit semakin iritasi.

5. Kulit Kering dan Dehidrasi

Kulit juga dapat mengalami kekeringan dan dehidrasi saat cuaca panas, meskipun tubuh mengeluarkan banyak keringat. Kondisi ini dapat terjadi ketika kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi.

Kulit yang mengalami dehidrasi dapat terasa kencang, kehilangan elastisitas, dan lebih mudah mengalami iritasi. Menurut penjelasan dr. Bimo Aryo Tejo dalam artikel RS Sari Asih, kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor risiko munculnya eksim atau dermatitis pada orang dengan kulit sensitif.

Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan dan menjaga kondisi kulit tetap terawat menjadi bagian penting dalam menghadapi cuaca panas.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit saat Cuaca Panas

Agar kulit tetap terlindungi, dr. Bimo Aryo Tejo menyarankan beberapa langkah pencegahan. Pertama, gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan aplikasikan kembali setiap dua hingga tiga jam, terutama setelah banyak berkeringat atau berenang.

Kedua, pilih pakaian yang longgar, ringan, dan mudah menyerap keringat, seperti bahan katun. Topi bertepi lebar dan kacamata hitam juga dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan saat beraktivitas di luar ruangan.

Ketiga, cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara teratur. Jangan menunggu sampai merasa haus untuk minum.

Apabila muncul ruam yang parah, nyeri, lepuhan, atau masalah kulit yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di fasilitas kesehatan terdekat.

(Ellen Octovia Suherman)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>