Ilustrasi tim rukyatul hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Gresik melakukan pemantauan.
Ilustrasi tim rukyatul hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Gresik melakukan pemantauan.

Kapan Sidang Isbat Awal Ramadan 2026? Ini Jadwal dan Tahapannya

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 Februari 2026 22:02
Ringkasnya gini..
  • Kemenag dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan jatuhnya tanggal 1 Ramadan 2026.
  • Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 H akan dilaksanakan pada akhir bulan Syaban.
  • Jadwal Sidang Isbat pada 17 Februari 2026 mendatang akan menjadi momen yang paling dinantikan.
Jakarta: Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Muslim di Indonesia mulai menantikan pengumuman resmi mengenai awal pelaksanaan ibadah puasa. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan akan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan jatuhnya tanggal 1 Ramadan 2026.
 
Melansir informasi dari laman resmi BAZNAS pelaksanaan Sidang Isbat tetap menjadi rujukan utama dalam menentukan awal bulan hijriah di Indonesia dengan menggabungkan dua metode ilmiah, yaitu hisab atau perhitungan astronomis dan rukyatul hilal yaitu pemantauan langsung anak bulan.

Kapan Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar?

Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 H akan dilaksanakan pada akhir bulan Syaban, tepatnya pada hari Selasa, 17 Februari 2026, yang bertepatan dengan tanggal 29 Sya'ban 1447 H.
 
"Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung,” dikutip dari laman Kemenag, Kamis 5 Februari 2026.

Pemilihan waktu ini didasarkan pada penanggalan Hijriah di mana pemantauan hilal selalu dilakukan pada hari ke-29 dari bulan yang sedang berjalan. Jika hilal terlihat pada sore hari tersebut, maka 1 Ramadan akan jatuh pada keesokan harinya, Rabu, 18 Februari 2026. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Sya'ban akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.
   

Tahapan Pelaksanaan Sidang Isbat

Sesuai dengan prosedur yang biasa dijalankan Kemenag, Sidang Isbat akan dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu:
 
Pemaparan Data Hisab (Astronomi)
 
Tahap awal dimulai dengan sesi terbuka di mana tim ahli dari Kementerian Agama menyampaikan paparan mengenai posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi (Hisab). Data ini mencakup tinggi hilal, elongasi, dan parameter astronomis lainnya di seluruh wilayah Indonesia. Paparan ini berfungsi sebagai landasan ilmiah awal sebelum dilakukan pengamatan fisik.
 

Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal
 
Setelah data hisab dipaparkan, tahap selanjutnya adalah verifikasi faktual di lapangan. Kemenag mengerahkan tim pemantau di 37 titik rukyatul hilal yang tersebar secara strategis di berbagai provinsi. Lokasi-lokasi ini dipilih karena memiliki visibilitas yang baik untuk mengamati kemunculan bulan sabit muda (hilal) sesaat setelah matahari terbenam.
 
Musyawarah dan Pengambilan Keputusan
 
Tahap terakhir adalah sidang utama yang bersifat tertutup. Mereka membandingkan data hisab dengan laporan riil dari 37 titik pantau lapangan. Setelah mencapai mufakat, hasil putusan tersebut ditetapkan sebagai acuan resmi pemerintah dan langsung diumumkan kepada publik melalui konferensi pers secara luas.
 
Jadwal Sidang Isbat pada 17 Februari 2026 mendatang akan menjadi momen yang paling dinantikan. Pastikan Sobat Medcom menyimak hasil konferensi pers resminya untuk mengetahui apakah malam tersebut kita sudah bisa memulai Salat Tarawih pertama.
 
(Fany Wirda Putri)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan