Jakarta: Kementerian Kebudayaan memberikan penghargaan Satya Budaya Narendra kepada Ary Ginanjar Agustian dalam malam puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025. Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan program pembangunan karakter di Indonesia selama dua dekade terakhir.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bagian dari rangkaian apresiasi negara kepada tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam pemajuan kebudayaan nasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa AKI 2025 yang bertajuk 'Renjana Penggerak Budaya' dirancang untuk memetakan kembali ekosistem kebudayaan Indonesia.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk validasi negara terhadap para penggiat budaya, tokoh adat, dan praktisi pembangunan manusia.
"Setiap penghargaan yang diberikan menjadi pengakuan negara atas kerja-kerja yang menjaga ingatan, memperkaya imajinasi, dan merawat keberlanjutan identitas Indonesia," kata Fadli Zon.
Dalam sesi penerimaan penghargaan, Ary Ginanjar Agustian menyatakan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap pentingnya pembangunan sumber daya manusia di samping pembangunan fisik.
Ia berpendapat bahwa aspek moral dan karakter merupakan pilar penting dalam keberlanjutan suatu bangsa. "Pembangunan bangsa tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi tentang manusia. Tentang hati yang berakhlak, pikiran yang bernilai, dan tindakan yang bermakna," katanya.
Ary mencatat bahwa upaya pembangunan karakter yang dilakukannya telah berjalan sejak tahun 2000 melalui metode Emotional Spiritual Quotient (ESQ), yang bertujuan memberikan landasan nilai bagi individu dalam menghadapi perubahan zaman.
Penyelenggaraan AKI 2025 Tahap III ini turut memberikan apresiasi kepada sejumlah seniman, tokoh adat, dan penggerak budaya lainnya.
Pemerintah melalui kementerian ini menaruh perhatian pada keberlanjutan identitas nasional sebagai bagian strategis dari ketahanan kebudayaan di masa depan.
Jakarta: Kementerian Kebudayaan memberikan penghargaan Satya Budaya Narendra kepada Ary Ginanjar Agustian dalam malam puncak Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025. Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan program pembangunan karakter di Indonesia selama dua dekade terakhir.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bagian dari rangkaian apresiasi negara kepada tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam pemajuan kebudayaan nasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa AKI 2025 yang bertajuk 'Renjana Penggerak Budaya' dirancang untuk memetakan kembali ekosistem kebudayaan Indonesia.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan bentuk validasi negara terhadap para penggiat budaya, tokoh adat, dan praktisi pembangunan manusia.
"Setiap penghargaan yang diberikan menjadi pengakuan negara atas kerja-kerja yang menjaga ingatan, memperkaya imajinasi, dan merawat keberlanjutan identitas Indonesia," kata Fadli Zon.
Dalam sesi penerimaan penghargaan, Ary Ginanjar Agustian menyatakan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap pentingnya pembangunan sumber daya manusia di samping pembangunan fisik.
Ia berpendapat bahwa aspek moral dan karakter merupakan pilar penting dalam keberlanjutan suatu bangsa. "Pembangunan bangsa tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi tentang manusia. Tentang hati yang berakhlak, pikiran yang bernilai, dan tindakan yang bermakna," katanya.
Ary mencatat bahwa upaya pembangunan karakter yang dilakukannya telah berjalan sejak tahun 2000 melalui metode Emotional Spiritual Quotient (ESQ), yang bertujuan memberikan landasan nilai bagi individu dalam menghadapi perubahan zaman.
Penyelenggaraan AKI 2025 Tahap III ini turut memberikan apresiasi kepada sejumlah seniman, tokoh adat, dan penggerak budaya lainnya.
Pemerintah melalui kementerian ini menaruh perhatian pada keberlanjutan identitas nasional sebagai bagian strategis dari ketahanan kebudayaan di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)