Kemenhan RI Kembali Gelar Forum Indo Defence
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Kementerian Pertahanan RI kembali menggelar Forum dan Ekspo Indo Defence di JIExpo Kemayoran pada 7 hingga 10 November 2018. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut acara itu sebagai bagian diplomasi pertahanan Indonesia.

"Untuk meningkatkan interdependensi demi mencapai perdamaian dan kemakmuran dunia," kata Ryamizar saat konferensi pers di kantor Kemenhan RI, Jakarta Pusat, Rabu, 32 Oktober 2018.

Menurutnya, acara ini dapat menginisiasi komunikasi dan informasi yang efektif. Khususnya bagi kalangan pebisnis alat utama sistem pertahanan (alutsista). Selain itu, forum tersebut bisa menjembatani transfer teknologi untuk sistem alutsista Indonesia.


"Akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan industri pertahanan dan keamanan di Indonesia," kata Ryamizard.

Acara ini, kata dia, merupakan yang kedelapan kali diselenggarakan dengan kerjasama Kemenhan dan PT Napindo Media Ashatama. Forum itu sengaja dibarengi dengan pameran kedirgantaraan dan helikopter, Indo Aerospace featuring Indo Helicopter 2018 Expo & Forum dan pameran kemaritiman Indo Marine 2018 Expo & Forum.

Dengan tema 'Building Global Defence Partnerships to Secure the Future', Menhan akan mengundang Presiden Joko Widodo untuk membuka acara itu secara resmi. Tahun ini, Ryamizard menyebut ada 867 peserta pameran dari 59 negara. 

"Puluhan negara-negara sahabat akan mengirimkan Official Delegation untuk menyaksikan pameran internasional ini," sebutnya.

Perwakilan negara yang bakal hadir yakni dari Malaysia, Australia, Yunani, Jepang, Fiji, Belarus, Arab Saudi, Slovakia dan Uni Emirat Arab. Ada total 30 Negara paviliun yang telah mengkonfirmasi keikutsertaannya tahun ini dan terdapat paviliun khusus antara lain UAV, MRO, Defence Security dan First Time exhibitor zone.

Sedangkan, perusahaan asing yang akan memamerkan produknya antara lain Rheinmetal, SAAB, Lockheed Martin, KAI, FN Herstal, Beretta, Excalibur, SVOS, Nexter, Reutech, Turkish Aerospace Industries, Inc., Polish Armanent Group/PGZ dan sebagainya. 

Di sisi lain, perusahaan industri pertahanan dalam negeri baik milik pemerintah maupun swasta juga akan turut serta dalam pameran antara lain PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Len, PT Dahana, PT Sritex, Infoglobal, Bhimasena Group, PT Sentra Surya Ekajaya, PT Ridho Agung dan yang lainnya.



(JMS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id