James Riady Memenuhi Panggilan KPK
CEO Lippo Group James Riady. Foto: Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen
Jakarta: CEO Lippo Group James Riady memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia bakal diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. 

James datang seorang diri. Dia tiba sekitar pukul 09.34 WIB. James yang memakai kemeja biru muda dibalut jas hitam berjalan santai ke arah ruang tunggu Gedung Merah Putih KPK. Dia hanya melempar senyum meski digempur pertanyaan oleh pewarta. 

"Yang bersangkutan diperiksa untuk sembilan tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi. 


Lippo Group membawahkan PT Mahkota Sentosa Utama. Perusahaan itu yang menggarap proyek Meikarta. 

Terkait kasus dugaan suap ini KPK turut menggeledah rumah James dan kantor James. 

(Baca juga: Rumah Bos Lippo Group Digeledah KPK)

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

Penyidik juga menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka ialah dua konsultan Lippo Group yaitu Taryadi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Group Henry Jasmen. Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat MBJ Nahar, Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi juga bernasib sama.

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektare dan dibagi dalam tiga tahapan.

Pemberian yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya mencapai Rp7 miliar. Uang itu diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id