Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Rumah Bos Lippo Group Digeledah KPK

Nasional OTT Pejabat Bekasi
Juven Martua Sitompul • 18 Oktober 2018 09:54
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah CEO Lippo Group James Riady. Penggeledahan berkaitan dengan proses penyidikan kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
 
"Penyidik melanjutkan kegiatan tersebut di rumah James Riady dan Apartemen Trivium Terrace," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018.
 
Tim penyidik juga menggeledah sejumlah lokasi lain, yakni Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi. Penggeledahan dilakukan sejak Kamis malam, 17 Oktober 2018, hingga pagi ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari penggeledahan itu, kata Febri, penyidik menyita sejumlah dokumen terkait perizinan pembangunan Meikarta. salah satunya termasuk catatan keuangan dan bukti elektronik seperti komputer.
 
"Total lokasi penggeledahan sejak kemarin siang hingga pagi ini di sepuluh lokasi di Tangerang dan Bekasi," kata dia.
 
Sebelum kediaman James Riady, penyidik lebih dulu menggeledah empat lokasi. Lokasi itu adalah kantor dan rumah dinas Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yason (NHY), kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, serta kantor PT Lippo Karawaci Tbk di Menara Matahari, Tangerang, Banten.
 
KPK sebelumnya menetapkan Bupati Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro (BS) sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.
 
Bersama Neneng dan Billy, penyidik juga ikut menetapkan tujuh tersangka lain. Mereka di antaranya, dua konsultan Lippo Group yaitu Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group Henry Jasmen (HJ).
 
Baca: Tersangka Kasus Suap Meikarta Dititip ke Polda Metro
 
Anak buah Neneng juga terjerat. Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Bekasi Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi Dewi Tisnawati (DT), serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi (NR).
 
Dalam kasus ini, Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga telah menerima hadiah atau janji dari Lippo Group terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Bekasi. Proyek yang akan digarap itu seluas 774 hektar dan dibagi dalam tiga tahapan.
 
Sejauh ini pemberian yang telah terealisasi untuk Neneng Hasanah dan anak buahnya sebanyak Rp7 miliar. Uang itu diberikan Lippo Group kepada Neneng Hasanah melalui para kepala dinas.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif