Puspiptek Fokuskan Anggaran 2018 pada Peningkatan Fasilitas

Gervin Nathaniel Purba 27 November 2018 19:03 WIB
puspiptek
Puspiptek Fokuskan Anggaran 2018 pada Peningkatan Fasilitas
Kepala Puspiptek Sri Setiawati (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Sentul: Menjelang akhir tahun, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) melakukan evaluasi program 2018 sekaligus merencanakan kegiatan tahun 2019.

Salah satu hal yang disorot ialah capaian dari sisi penyerapan anggaran 2018. Puspiptek telah menyerap anggaran Rp80 miliar per November 2018. Total anggaran Puspiptek pada APBN 2018 sebesar Rp92 miliar.

"InsyaAllah, sudah sampai Rp80 miliar bulan ini. InsyaAllah, 95 persen kita bisa menyelesaikan, yang lima persen biasanya sisa lelang. Kita optimalisasi begitu," ujar Kepala Puspiptek Sri Setiawati kepada Medcom.id ditemui di sela Rapat Kerja Puspiptek, di The Alana Hotel, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 November 2018.


Anggaran tersebut mayoritas digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pengadaan fasilitas, seperti pembangunan jalan, pengadaan air, dan berbagai fasilitas lainnya dalam meningkatkan rasa kenyamanan dan keamanan bagi pegawai yang bekerja di kawasan Puspiptek.

"Puspiptek menyediakan layanan berupa fasilitas dan infrastruktur untuk 5 ribu orang yang setiap hari bekerja di Puspiptek. Jadi, anggaran itu digunakan seoptimal mungkin untuk melayani, memberikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan," ujarnya.

Sementara itu, untuk pengadaan laboratorium atau fasilitas lain yang bersifat teknis, menggunakan anggaran lembaga penelitian yang ada di dalam kawasan Puspiptek. Sebagaimana diketahui, terdapat empat lembaga penelitian di kawasan Puspiptek, yakni BPPT, LIPI, BATAN, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

"Kecuali fasilitas tersebut digunakan untuk kepentingan bersama. Contohnya, TBIC. Itu pakai anggaran Puspiptek karena fasilitasnya bisa digunakan oleh semua orang. Begitu juga laboratorium ELC. Siapa yang butuh, siapa pun bisa menggunakan," kata Sri.

Lembaga penelitian tersebut juga bisa mengusulkan kepada Puspiptek beberapa peralatan yang perlu didatangkan untuk digunakan bersama. Nantinya, proses pengadaan akan menggunakan anggaran Puspiptek.

"Ada juga yang jarang menggunakan alat tersebut, tapi diperlukan. Nanti Puspiptek yang mengadakan sehingga mereka bisa saling pakai. Konsepnya seperti di Amerika, sharing laboratory," kata Sri.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id