Akibat Hoaks, Warga pun Bonyok
Ilustrasi penganiayaan/Medcom.id
Depok: Polisi Sektor Sukma Jaya, Kota Depok, mengamankan lelaki yang bonyok seusai dihakimi massa karena diduga sebagai penculik anak, Minggu, 4 November 2018. Namun, Polsek Sukma Jaya memastikan lelaki itu hanyalah korban dari berita palsu alias hoaks.

Kepala Polsek Sukmajaya Komisaris IGN Bronet R memastikan kabar seorang lelaki menculik anak di Cilodong itu ialah hoaks. "Tidak benar ada penculikan anak di wilayah hukum Polresta Depok, khususnya di Kecamatan Cilodong," ujar Bronet, Minggu, 4 November 2018.

Peristiwa bermula dari kecurigaan warga yang melihat pria berjalan dan melintas di kampung mereka. Di salah satu halaman rumah warga, lelaki yang sedang menggendong seekor kucing itu langsung diteriaki sebagai pelaku penculikan anak.
Kabar adanya pelaku penculikan anak itu pun cepat menyebar. Puluhan warga yang geram kemudian mendatangi lokasi.


Baca: Polri Buru Penyebar Hoaks Penculikan Anak

Tanpa komando, warga langsung ramai-ramai mengepung serta menghajar lelaki itu sampai bonyok. Bahkan, separuh badannya ditelanjangi warga "Telanjangin, telanjangin saja tuh orang. Buka, buka tuh bajunya," teriak warga bersahutan.

Meski pelaku sudah berulang-ulang meyakinkan warga, dirinya memang bukanlah penculik, tetapi warga tetap tidak percaya. Ia juga menjelaskan dirinya kebetulan lewat bersama kucing peliharaannya, saat warga menanyakan maksud pelaku melintas di halaman warga.

"Tak ada bukti, lelaki itu penculik. Saat ditanya, ia bilang hanya kebetulan lewat bawa kucing jalan-jalan, kita enggak percayalah, kan menuduh orang harus ada bukti, ada korban. Ini tidak ada korban," kata Bronet.

Penyebar

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap lagi dua tersangka pelaku penyebaran kabar palsu penculikan anak di media sosial. "Dua tersangka lagi adalah inisial D dan N," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, akhir pekan lalu.

D, 41, ditangkap polisi pada Rabu, 31 Oktober 2018 di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sedangkan N, 23, ditangkap pada Jumat, 2 November 2018 di Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelumnya, polisi telah menangkap empat tersangka lain yang menjadi pelaku penyebaran kabar palsu penculikan anak melalui media sosial Facebook. Empat pelaku itu berinisial EW, 31, RA, 33, JHS, 31, dan DNL, 20. Para pelaku tersebut diketahui mengunggah gambar, video, dan tulisan dengan konten tentang penculikan anak di Pasuruan (Jawa Timur), Terminal Sukaraja, Sentul (Jawa Barat), dan Ciputat (Tangerang) melalui akun media sosial Facebook milik para tersangka dan menyebarkannya. (KG/Ant/X-6)



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id