medcom.id, Jakarta: Beberapa hari kemarin jagat dunia maya ramai oleh sebuah foto siswa tengah menonton video dewasa menggunakan proyektor di ruang kelas. Peristiwa itu diduga terjadi di SMAN II Jakarta Timur.
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menginvestigasi kejadian itu. Dari bukti yang didapat, peristiwa itu bukan terjadi di SMAN 11, Jakarta Timur. Hal ini juga dikonfirmasi saat Dinas memanggil kepala sekolah SMA II Jaktim Selasa 25 Juli kemarin.
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susie Nurhati mengatakan gambar tersebut berasal dari akun Facebook atas nama "Gua Sahrul Gunawan". Namun, saat pihak sekolah menyelidiki kesesuaian informasi pemilik akun ditemukan kejanggalan.
"Setelah ditelusuri dari kelas X sampai XII tidak ada yang namanya Sahrul Gunawan. Alumni juga tidak ada yang nama atau wajahnya mirip dengan yang di akun Facebook tersebut," kata Susie saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis 27 Juli 2017.
Suasana kelas dalam gambar viral itu juga berbeda dengan kondisi di SMAN 11 Jakarta. Susie menjabarkan, perbedaan terbesar tampak pada warna cat dinding. Gambar itu menampilkan ruang kelas berwarna krem atau putih, sementara SMAN 11 memiliki ruang kelas berwarna hijau.
Foto siswa sedang menonton film porno viral di media sosial Facebook. Foto: Dok/Istimewa
Dalam gambar tampak penyangga speaker yang berada di pojok dinding kelas. Padahal posisi speaker di semua kelas SMAN 11 berada di tengah depan kelas. Tinggi ventilasi pun berbeda. Dalam gambar ventilasi tertutup gorden, sementara di SMAN 11 tidak ditutup.
"Kemudian posisi LCD proyektor dalam gambar jauh dari langit-langit kelas, sementara di SMAN 11 sangat berdekatan dengan langit-langit," lanjut Susie.
Perbedaan lainnya tampak pada papan tulis. Dalam gambar tersebut, papan tulis yang tertutup proyektor masih menggunakan papan tulis hitam dan kapur. Sementara itu, seluruh papan tulis di SMAN 11 sudah menggunakan whiteboard dan spidol.
Tampak dinding kelas dalam gambar memiliki foto presiden dan wakil presiden yang berjauhan dan tepat di tengah dinding depan. Padahal di SMAN 11, kedua foto itu jaraknya berdampingan di atas lemari dengan posisi di sudut.
Menurut Susie, kepala sekolah SMAN 11 pun sudah membuat pernyataan bahwa lokasi gambar bukan di lingkungan sekolahnya. Hingga kini, baik dinas pendidikan maupun pihak sekolah masih mendalami kejadian tersebut.
"Kalau sampai kepala sekolah membuat pernyataan pasti bukan main-main. Kami akan menindaklanjuti karena sudah masuk pencemaran nama baik SMAN 11," kata Susie.
medcom.id, Jakarta: Beberapa hari kemarin jagat dunia maya ramai oleh sebuah foto siswa tengah menonton video dewasa menggunakan proyektor di ruang kelas. Peristiwa itu diduga terjadi di SMAN II Jakarta Timur.
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menginvestigasi kejadian itu. Dari bukti yang didapat, peristiwa itu bukan terjadi di SMAN 11, Jakarta Timur. Hal ini juga dikonfirmasi saat Dinas memanggil kepala sekolah SMA II Jaktim Selasa 25 Juli kemarin.
Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Susie Nurhati mengatakan gambar tersebut berasal dari akun Facebook atas nama "Gua Sahrul Gunawan". Namun, saat pihak sekolah menyelidiki kesesuaian informasi pemilik akun ditemukan kejanggalan.
"Setelah ditelusuri dari kelas X sampai XII tidak ada yang namanya Sahrul Gunawan. Alumni juga tidak ada yang nama atau wajahnya mirip dengan yang di akun Facebook tersebut," kata Susie saat dihubungi
Metrotvnews.com, Kamis 27 Juli 2017.
Suasana kelas dalam gambar viral itu juga berbeda dengan kondisi di SMAN 11 Jakarta. Susie menjabarkan, perbedaan terbesar tampak pada warna cat dinding. Gambar itu menampilkan ruang kelas berwarna krem atau putih, sementara SMAN 11 memiliki ruang kelas berwarna hijau.
Foto siswa sedang menonton film porno viral di media sosial Facebook. Foto: Dok/Istimewa
Dalam gambar tampak penyangga speaker yang berada di pojok dinding kelas. Padahal posisi speaker di semua kelas SMAN 11 berada di tengah depan kelas. Tinggi ventilasi pun berbeda. Dalam gambar ventilasi tertutup gorden, sementara di SMAN 11 tidak ditutup.
"Kemudian posisi LCD proyektor dalam gambar jauh dari langit-langit kelas, sementara di SMAN 11 sangat berdekatan dengan langit-langit," lanjut Susie.
Perbedaan lainnya tampak pada papan tulis. Dalam gambar tersebut, papan tulis yang tertutup proyektor masih menggunakan papan tulis hitam dan kapur. Sementara itu, seluruh papan tulis di SMAN 11 sudah menggunakan whiteboard dan spidol.
Tampak dinding kelas dalam gambar memiliki foto presiden dan wakil presiden yang berjauhan dan tepat di tengah dinding depan. Padahal di SMAN 11, kedua foto itu jaraknya berdampingan di atas lemari dengan posisi di sudut.
Menurut Susie, kepala sekolah SMAN 11 pun sudah membuat pernyataan bahwa lokasi gambar bukan di lingkungan sekolahnya. Hingga kini, baik dinas pendidikan maupun pihak sekolah masih mendalami kejadian tersebut.
"Kalau sampai kepala sekolah membuat pernyataan pasti bukan main-main. Kami akan menindaklanjuti karena sudah masuk pencemaran nama baik SMAN 11," kata Susie.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)