Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon membuka Festival Lamaholot di Flores Timur. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan.
Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon membuka Festival Lamaholot di Flores Timur. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan.

Festival Lamaholot Bangun Kesadaran Budaya

Nasional festival budaya
Sri Yanti Nainggolan • 12 September 2019 16:02
Larantuka: Pemerintah Kabupaten Flores Timur menggelar Festival Lamaholot untuk kedua kalinya pada 11-15 September 2019. Festival dibuka dengan berbagai tarian, teater, paduan suara, dan kegiatan seni di Desa Bantala, Lewomena.
 
Bupati Flores Timur Antonius H Gege Hadjon menyampaikan festival kesenian tersebut tak berfokus menarik wisatawan. Festival itu mengutamakan kebanggaan budaya sendiri.
 
"Turis kesekian ukurannya. Tapi kalau orang Lamaholot sudah berbangga atas apa yang dimiliki, tentu orang Lamaholot yang pertama menikmati tradisi dan seni dari budaya yang ada," kata Gege dalam pidato pembukaan Festival Lamaholot di lapangan bola kaki Desa Bantala, Rabu, 11 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gege menyarankan jumlah pengunjung tak menjadi tolok ukur kesuksesan festival. Karena, sikap menjaga kelestarian budaya yang bakal mendatangkan wisatawan.
 
"Yakinlah pada tradisi yang dijaga dan dilaksanakan secara baik, yang memantulkan nila seni akan mengundang banyak orang ke tempat itu," sambung dia.
 
Ia mencontohkan Bali yang selalu ramai didatangi turis. Hal itu didapatkan karena Bali selalu menjaga kebudayaan mereka.
 
Festival Lamaholot akan dilaksanakan di dua wilayah yakni di Lewolema (11-13 September) dan Pulau Adonara (14-15 September). Festival tersebut berusaha menggali dan menegaskan kembali ikatan kekerabatan dan kesatuan kampung-kampung adat yang dijaga dengan ritus-ritus serta janji adat sejak zaman lampau.
 
Ikatan tersebut dicerminkan dalam ritual persatuan seni Lado, Sadok Nonga, Leon Tenada, Dolo-Dolo, Sole Oha, tari Hedung dan lain lain. Kesatuan yang diikat ritus tersebut akan senantiasa menjaga nilai-nilai dasar Lamaholot seperti persatuan, gotong royong, tolong-menolong, saling menghargai, menghormati dan saling mengunjungi.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif