Ninih menjajakan getuk di jembatan penyeberangan halte TransJakarta yang melintasi ruas Jl HR Rasuna Said, Jakarta.
Ninih menjajakan getuk di jembatan penyeberangan halte TransJakarta yang melintasi ruas Jl HR Rasuna Said, Jakarta.

Teteh Getuk Cantik Jembatan Kuningan

Luhur Hertanto • 17 November 2014 07:16
medcom.id, Jakarta: Tidak berbeda dari pedagang asongan pada umumnya, Ninih pun membuka 'booth' di sembarang tempat untuk menjajakan getuk dagangannya. Bedanya adalah dia tidak abai terhadap penampilannya sehingga selalu nampak bersih, rapi dan bahkan terhitung sedap dipandang.
 
Sejak sekitar enam bulan terakhir, Ninih menjajakan getuk di jembatan penyeberangan halte TransJakarta yang melintasi ruas Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Sejak selepas subuh, bersama Lina kakaknya, wanita asal Indramayu itu sudah menggelar dagangan di sana. Biasanya dalam menjelang pukul 09.00 WIB, dagangan mereka sudah tandas oleh para pekerja kantor di kawasan Kuningan yang berburu sarapan cepat, sehat dan terjangkau.
 
Awal mula Ninih menjadi pedagang asongan, kurang lebih sama dengan yang lain. "Cuma lulus SD, nggak ada biaya lagi untuk sekolah. Saya pengen jadi dokter, tapi kan nggak mungkin," kata gadis berusia 18 tahun itu.

Setelah sekian lama di desa dirasanya tidak ada perbaikan ekonomi, Ninih pun menyusul Lina bertarung di Jakarta. "Getuk ini Teh Lina yang bikin, saya bantu-bantu dikit. Kalau mau pesan banyak buat acara-acara, bisa kok," promosinya.
 
Ketika metrotvnews.com temui pada pagi pertengahan pekan lalu, Ninih nampak segar dengan kaos lengan panjang putih bergaris orange bergambar Snoopy dipadu celana blue jeans sebatas betis. Rambutnya yang panjang sebahu, diikat model ekor kuda. Berbedak tipis tapi bibirnya pucat.
 
Sekilas pandang, Ninih mengingatkan kepada model iklan sebuah minuman mineral yang billboardnya berdiri di sekitar perempatan Jagakarsa-Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Penampilan Ninih mirip dengan mahasiswi berkaos putih yang digambarkan di sana.
 
Bahkan andai saja tidak sedang duduk di lantai jembatan dengan dua keranjang biru berisi getuk dan pecel di hadapannya, Ninih tak ubahnya para mahasiswa yang kampusnya ada di ujung jembatan penyeberangan itu. Walau di wajahnya jelas membayang 'garis' yang diukir oleh beratnya perjalanan hidup.
 
"Lumayan sering dikejar Satpol PP. Alhamdulillah belum penah kena ciduk," ujar Ninih sembari menyerahkan kantong berisi beberapa bungkus getuk pesanan saya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>