Ilustrasi puasa. Foto: Freepik
Ilustrasi puasa. Foto: Freepik

Kapan Mulai Puasa Syawal 2026? Ini Waktunya Jangan Sampai Terlewat

Annisa ayu artanti • 21 Maret 2026 18:03
Ringkasnya gini..
  • Puasa Syawal 2026 mulai 22 Maret 2026 atau 2 Syawal 1447 H.
  • Puasa dilakukan 6 hari dan boleh tidak berurutan sesuai kemampuan.
  • Pahala puasa Syawal setara puasa satu tahun penuh menurut hadis Nabi.
Jakarta: Setelah merayakan Hari Raya Idulfitri, banyak umat Islam mulai mencari tahu kapan puasa Syawal bisa dimulai. Ibadah sunnah ini dikenal memiliki keutamaan besar dan menjadi amalan yang dianjurkan setelah Ramadan.
 
Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Artinya, puasa Syawal sudah bisa mulai dilaksanakan pada keesokan harinya, yaitu 2 Syawal atau Minggu, 22 Maret 2026.

Penetapan 1 Syawal 1447 H

Penentuan Idulfitri 2026 diputuskan melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.
 
“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai sidang.

Keputusan tersebut didasarkan pada hasil perhitungan astronomi (hisab) dan pemantauan hilal (rukyat).
 
Baca juga: Teman Gaya Bicara: Puasa Anti Overthinking

Puasa Syawal bisa dilakukan fleksibel

Mengacu pada penetapan tersebut, puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai 22 Maret 2026 hingga akhir bulan Syawal.
 
Umat Islam dianjurkan menjalankan puasa selama enam hari. Namun, pelaksanaannya tidak harus berturut-turut. Puasa Syawal bisa dilakukan secara fleksibel, baik berurutan maupun terpisah, sesuai kemampuan masing-masing.

Keutamaan puasa Syawal

Puasa Syawal memiliki keutamaan yang sangat besar. Bahkan, pahalanya disebut setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.
 
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim).
 
Keutamaan ini menjadi alasan banyak umat Islam berupaya tidak melewatkan amalan sunnah tersebut setelah Ramadan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>