Madinah: Mengimani Nabi Muhammad sebagai utusan Allah merupakan kewajiban setiap muslim. Namun, mengenal perjalanan hidup dan pesan terakhir beliau secara lebih dekat tentu menjadi pengalaman spiritual yang berbeda.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengunjungi As-Safiyyah Museum & Park saat berada di Madinah. Museum ini menyajikan kisah perjalanan Rasulullah mulai dari menerima wahyu pertama hingga fase akhir dakwahnya.
Bagi jemaah umrah, tempat ini bisa menjadi destinasi edukatif sekaligus reflektif sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah atau kembali pulang ke Tanah Air.
Menelusuri Perjalanan Dakwah Rasulullah
Di dalam museum, pengunjung akan diajak memahami fase demi fase kehidupan Rasulullah. Mulai dari turunnya wahyu pertama, tantangan dakwah, hingga perjuangan menyebarkan ajaran Islam.
Penjelasan disampaikan secara naratif oleh petugas museum yang tentunya bisa berbahasa Indonesia membuat pengunjung bisa lebih mudah membayangkan perjalanan hidup beliau.
Bagian yang paling menyentuh adalah penjelasan tentang detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah.
Wasiat Rasulullah: Berbaik Sangka kepada Allah
Menurut penjelasan petugas museum, menjelang wafat terdapat pesan penting yang disampaikan Rasulullah kepada umatnya.
Berikut wasiat yang disampaikan adalah:
"Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan kematian memiliki rasa sakit yang menyakitkan,"
Dari situ, bisa diambil pelajaran dan hikmah bahwa jangan kita mati kecuali kalian berbaik sangka kepada Allah. Allah yang mengampuni dosa kita, karena rahmat Allah sangat luas.
Adapun rasa sakit yang dirasakan seorang muslim saat sakaratul maut akan menjadi pengampunan dosa dari Allah.
"Ini wasiat dari Rosulullah untuk berbaik sangka kepada Allah," tutur petugas tersebut.
Replika rumah Aisyah yang menjadi peristirahatan terakhir Nabi Muhammad. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Replika Makam Rasulullah dan Para Sahabat
Museum ini juga menampilkan replika makam Rasulullah yang berada tepat di kamar tempat tinggal beliau bersama istrinya, Aisyah.
Di dalam replika tersebut digambarkan bagaimana kamar yang sederhana itu dibagi menjadi dua antara ruang untuk tempat tinggal Aisyah dan tempat peristirahatan terakhir Rasulullah.
Lalu, ketika sahabatnya Abu Bakar yang juga ayah dari Aisyah meninggal dimakamkan di ruangan yang sama. Kemudian Umar bin Khatab menjadi sosok ketiga yang dimakamkan di lokasi tersebut.
Visualisasi ini memberikan gambaran sejarah yang lebih konkret bagi pengunjung tentang bagaimana kamar Rasulullah berubah menjadi area pemakaman.
Harga Tiket dan Jam Operasional
Untuk memasuki Museum As-Safiyyah, pengunjung perlu membeli tiket seharga 20 Riyal. Anak-anak di bawah enam tahun tidak dikenakan biaya.
Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 23.30 WAS. Bagi jemaah yang sedang berada di Madinah, kunjungan ke museum ini bisa menjadi pilihan aktivitas bermanfaat menambah iman.
Madinah: Mengimani Nabi Muhammad sebagai utusan Allah merupakan kewajiban setiap muslim. Namun, mengenal perjalanan hidup dan pesan terakhir beliau secara lebih dekat tentu menjadi pengalaman spiritual yang berbeda.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengunjungi As-Safiyyah Museum & Park saat berada di Madinah. Museum ini menyajikan kisah perjalanan Rasulullah mulai dari menerima wahyu pertama hingga fase akhir dakwahnya.
Bagi jemaah umrah, tempat ini bisa menjadi destinasi edukatif sekaligus reflektif sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah atau kembali pulang ke Tanah Air.
Menelusuri Perjalanan Dakwah Rasulullah
Di dalam museum, pengunjung akan diajak memahami fase demi fase kehidupan Rasulullah. Mulai dari turunnya wahyu pertama, tantangan dakwah, hingga perjuangan menyebarkan ajaran Islam.
Penjelasan disampaikan secara naratif oleh petugas museum yang tentunya bisa berbahasa Indonesia membuat pengunjung bisa lebih mudah membayangkan perjalanan hidup beliau.
Bagian yang paling menyentuh adalah penjelasan tentang detik-detik menjelang wafatnya Rasulullah.
Wasiat Rasulullah: Berbaik Sangka kepada Allah
Menurut penjelasan petugas museum, menjelang wafat terdapat pesan penting yang disampaikan Rasulullah kepada umatnya.
Berikut wasiat yang disampaikan adalah:
"Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan kematian memiliki rasa sakit yang menyakitkan,"
Dari situ, bisa diambil pelajaran dan hikmah bahwa jangan kita mati kecuali kalian berbaik sangka kepada Allah. Allah yang mengampuni dosa kita, karena rahmat Allah sangat luas.
Adapun rasa sakit yang dirasakan seorang muslim saat sakaratul maut akan menjadi pengampunan dosa dari Allah.
"Ini wasiat dari Rosulullah untuk berbaik sangka kepada Allah," tutur petugas tersebut.
Replika rumah Aisyah yang menjadi peristirahatan terakhir Nabi Muhammad. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Replika Makam Rasulullah dan Para Sahabat
Museum ini juga menampilkan replika makam Rasulullah yang berada tepat di kamar tempat tinggal beliau bersama istrinya, Aisyah.
Di dalam replika tersebut digambarkan bagaimana kamar yang sederhana itu dibagi menjadi dua antara ruang untuk tempat tinggal Aisyah dan tempat peristirahatan terakhir Rasulullah.
Lalu, ketika sahabatnya Abu Bakar yang juga ayah dari Aisyah meninggal dimakamkan di ruangan yang sama. Kemudian Umar bin Khatab menjadi sosok ketiga yang dimakamkan di lokasi tersebut.
Visualisasi ini memberikan gambaran sejarah yang lebih konkret bagi pengunjung tentang bagaimana kamar Rasulullah berubah menjadi area pemakaman.
Harga Tiket dan Jam Operasional
Untuk memasuki Museum As-Safiyyah, pengunjung perlu membeli tiket seharga 20 Riyal. Anak-anak di bawah enam tahun tidak dikenakan biaya.
Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 23.30 WAS. Bagi jemaah yang sedang berada di Madinah, kunjungan ke museum ini bisa menjadi pilihan aktivitas bermanfaat menambah iman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)