Jembatan Bailey di Kampung Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh kembali bisa dilalui. Foto: Istimewa
Jembatan Bailey di Kampung Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh kembali bisa dilalui. Foto: Istimewa

Jembatan Bailey di Aceh Tengah Kembali Hubungkan 5 Desa yang Sempat Terisolir

Muhammad Syahrul Ramadhan • 21 Mei 2026 19:11
Ringkasnya gini..
  • Jembatan Bailey di Kampung Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh kembali bisa dilalui.
  • Satgas PRR Pascabencana Sumatera serta aparat TNI telah membangun jembatan tersebut dalam waktu singkat.
  • Aktivitas warga kini kembali normal, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah hingga warga sakit yang membutuhkan akses cepat.
Jakarta: Kehadiran jembatan Bailey di Kampung Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, membawa harapan baru bagi ribuan warga di 5 desa yang sebelumnya sempat terisolir akibat putusnya akses utama sejak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.
 
Tokoh masyarakat Kampung Linge, Abdul Salam, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera serta aparat TNI yang telah membangun jembatan tersebut dalam waktu singkat sehingga masyarakat kini kembali bisa melintas dengan aman.
 
“Kami ucapkan ribuan terima kasih dengan dibangun jembatan ini. Kami sudah bisa melintas kembali,” kata Abdul Salam saat ditemui, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, jembatan itu menjadi satu-satunya akses utama masyarakat dari 5 desa menuju pusat ibu kota Kabupaten Aceh Tengah di Takengon. Desa-desa tersebut yakni Kampung Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kutereje, dan Reje Payung.
 
“Ini cuma satu-satunya jalan lintas kami ke sana. Tidak ada jalan lain, buntu. Harapan kami selanjutnya supaya segera dibangun (jembatan) permanen. Karena kalau hujan datang, ini bisa longsor sedikit demi sedikit,” katanya.
 
Meski demikian, masyarakat mengaku sangat terbantu dengan hadirnya jembatan Bailey tersebut. Aktivitas warga kini kembali normal, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah hingga warga sakit yang membutuhkan akses cepat menuju fasilitas kesehatan.
 
“Alhamdulillah, dengan waktu singkat sudah dibangun jembatan seperti ini. Kami merasa sangat bersyukur kepada pemerintah,” tambah Abdul Salam.
 
Perangkat Desa Linge Ramidinsah mengatakan pembangunan jembatan bailey tersebut juga ikut meibatkan warga setempat. Sebelum jembatan bailey terbangun, warga mengandalkan jembatan darurat hasil gotong-royong mandiri.
 
Jembatan Bailey di Sungai Kala Ili selesai dibangun oleh aparat TNI pada 4 Mei 2026. Kehadirannya kini kembali menghubungkan 5 desa yang sempat terisolir akibat putusnya jembatan lama karena bencana hidrometeorologi tahun lalu.
 
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Akses masyarakat sekarang kembali terkoneksi,” ujar Ramidinsah.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>