pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie (kanan). MI/Pius Erlangga
pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie (kanan). MI/Pius Erlangga

Konsep Bela Negara Prabowo Dipertanyakan

Nasional pertahanan negara bela negara
Nur Azizah • 13 November 2019 16:04
Jakarta: Pengamat intelijen dan militer Connie Rahakundini Bakrie mempertanyakan konsep bela negara yang diusung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Ia menilai konsep itu berbeda dengan konsep yang sudah diterapkan di era Menhan Ryamizard Ryacudu.
 
Connie menyebut bela negara di zaman Ryamizard lebih menekankan pada doktrin Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan cinta negara.
 
"Sepertinya arahnya (konsep bela negara Prabowo) seperti wajib militer (wamil)," kata Connie kepada Medcom.id, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Connie kurang paham konsep bela negara yang bakal ditawarkan Prabowo. Menhan di Kabinet Indonesia maju itu berniat melatih mahasiswa untuk menjadi perwira cadangan.
 
"Yang saya pikir itu, dia masuknya pada pengembangan teknologi, seperti di Israel. Di Israel program seperti ini bukan cuma wamil saja, tapi dipecah," kata dia.
 
Program 'bela negara' ala Israel biasanya menyesuaikan keahlian dan kepentingan negara. Ahli agama diarahkan belajar agama, ahli teknologi diajarkan teknologi.
 
"Akhirnya nanti dia akan membangun kekuatan teknologinya bila diperlukan. Di konsep ini saya tidak melihat itu," jelas Connie.
 
Dosen Universitas Pertahanan Indonesia ini menyarankan agar Prabowo mengikuti Undang-undang Bela Negara yang belum lama diundangkan.
 
"Ikuti saja Undang-undang Bela Negara, itu kan baru keluar dan sudah ditetapkan oleh Presiden itu saja yang diikuti," pungkas Connie.
 
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ingin Indonesia memiliki komponen cadangan pertahanan. Misalnya, menyiapkan mahasiswa sebagai perwira cadangan.
 
"Contoh kerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk menyusun komponen cadangan, latihan perwira cadangan, latihan untuk komponen cadangan," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019
 
Tak hanya mahasiswa, Prabowo juga ingin siswa SMP dan SMA mulai dilatih. Konsep ini sudah diterapkan di Amerika serikat.
 


 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif