Suasana pemberian gelar pahlawan nasional di Istana negara, Jakarta. Foto: Damar Iradat/Medcom.id
Suasana pemberian gelar pahlawan nasional di Istana negara, Jakarta. Foto: Damar Iradat/Medcom.id

Tiga Tokoh BPUPKI Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Nasional Pahlawan Nasional
Damar Iradat • 08 November 2019 13:52
Jakarta: Tiga anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dianugerahi gelar pahlawan nasional. Ketiga anggota tersebut, yakni Abdul Kahar Mudzakir, Alexander Andries Maramies, dan KH. Masjkur.
 
Penghargaan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 120/TK/tahun 2019 tentang Penganugerahaan Gelar Pahlawan Nasional. Penghargaan diberikan kepada ahli waris.
 
"Ketiganya mendapat gelar pahlawan nasional karena sebagai anggota BPUPKI tersisa yang belum dapat gelar pahlawan. Jasa mereka sangat besar," kata Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Negara Jimly Asshiddiqie saat dikonfirmasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kahar Muzakir merupakan salah satu cendekiawan muslim. Ia juga perintis Universitas Islam Indonesia (UII) dan memimpin kampus tersebut pada 1948-1960.
 
Maramis merupakan mantan menteri keuangan. Dia orang yang menandatangani Oeang Republik Indonesia pertama atau mata uang pertama di Indonesia.
 
Masykur pernah dua kali menjabat sebagai menteri agama pada 1947-1949 dan 1953-1955. Ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh NU.
 
Pemerintah juga memberikan anugerah gelar pahlawan nasional kepada Prof. Mohammad Sardjito, Ruhana Kuddus, dan Sultan Himayatudin.
 
Sardjito merupakan tokoh medis di Indonesia. Dedikasinya terekam dalam bidang pendidikan dan kesehatan pada era perjuangan kemerdekaan.
 
Sedangkan, Ruhana Kuddus merupakan jurnalis perempuan pertama asal Sumatera Barat. Sepupu H. Agus Salim itu juga tercatat sebagai pejuang dan pemberdaya perempuan di tanah kelahirannya.
 
Sultan Himayatuddin pernah menjadi seorang Sultan Buton selama dua periode pada 1750–1752 dan 1760–1763. Ia juga dengan gigih membela rakyat dalam berperang melawan VOC Belanda.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif