medcom.id, Jakarta: Korps Marinir TNI Angkatan Laut melakukan operasi rubber duck. Operasi dilakukan untuk mencari keberadaan pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak di sekitar Pulau Bangka kemarin.
Dalam operasi ini Korps Marinir menyiapkan enam unit perahu karet dan empat unit sea rider lengkap dengan motor penggerak dan perbekalan makanan selama tiga hari ke depan. Perahu itu berkapasitas 14 orang penumpang.
"Marinir menyiapkan kekuatan pasukan khusus untuk diperbantukan melakukan pencarian kecelakaan pesawat AirAsia melalui rubber duck operation," kata Kepala Pusat Penerangan Marinir TNI AL Letkol Suwandi, kepada Metrotvnews.com di markas Kesatrian Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2014).
Dalam operasi ini pasukan Kopaska akan dibantu dua helikopter yang akan membawa pasukan ke titik lokasi terduga hilangnya pesawat. Namun, menurut Wakil Kepala Satuan AL Laksamana Madya Didit Herdiawan, operasi ini hanya akan dilakukan apabila cuaca dalam kondisi baik.
"Kita lihat situasi, bilamana cuaca baik dan benar-benar dibutuhkan, pasukan siap untuk diterjunkan," kata Laksdya Didit Herdiawan.
Seperti diberitakan, pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Bandara Juanda, Surabaya-Bandara Changi, Singapura, hilang kontak sekira pukul 06.17 WIB kemarin. Pesawat tersebut terakhir kali terpantau radar ada di sekitar perairan Belitung.
Pesawat jenis Airbus A320-200 itu membawa 155 penumpang, 149 di antaranya warga negara Indonesia. Pesawat itu seharusnya tiba di Changi Airport pukul 8.30 waktu Singapura. Pesawat yang hilang tercatat dengan nomor registrasi PK-AXC.
medcom.id, Jakarta: Korps Marinir TNI Angkatan Laut melakukan operasi rubber duck. Operasi dilakukan untuk mencari keberadaan pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak di sekitar Pulau Bangka kemarin.
Dalam operasi ini Korps Marinir menyiapkan enam unit perahu karet dan empat unit sea rider lengkap dengan motor penggerak dan perbekalan makanan selama tiga hari ke depan. Perahu itu berkapasitas 14 orang penumpang.
"Marinir menyiapkan kekuatan pasukan khusus untuk diperbantukan melakukan pencarian kecelakaan pesawat AirAsia melalui rubber duck operation," kata Kepala Pusat Penerangan Marinir TNI AL Letkol Suwandi, kepada Metrotvnews.com di markas Kesatrian Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2014).
Dalam operasi ini pasukan Kopaska akan dibantu dua helikopter yang akan membawa pasukan ke titik lokasi terduga hilangnya pesawat. Namun, menurut Wakil Kepala Satuan AL Laksamana Madya Didit Herdiawan, operasi ini hanya akan dilakukan apabila cuaca dalam kondisi baik.
"Kita lihat situasi, bilamana cuaca baik dan benar-benar dibutuhkan, pasukan siap untuk diterjunkan," kata Laksdya Didit Herdiawan.
Seperti diberitakan, pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Bandara Juanda, Surabaya-Bandara Changi, Singapura, hilang kontak sekira pukul 06.17 WIB kemarin. Pesawat tersebut terakhir kali terpantau radar ada di sekitar perairan Belitung.
Pesawat jenis Airbus A320-200 itu membawa 155 penumpang, 149 di antaranya warga negara Indonesia. Pesawat itu seharusnya tiba di Changi Airport pukul 8.30 waktu Singapura. Pesawat yang hilang tercatat dengan nomor registrasi PK-AXC.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DOR)