medcom.id, Jakarta: Bentrokan pecah antara The Jakmania dengan polisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam laga kontra Sriwijaya FC, Jumat 24 Juni. Salah satu korban pengeroyokan, Fadilah Farhan menduga penyerangan di distro 'Crazy Orange' di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, buntut dari kerusuhan di Gelora Bung Karno (GBK)
Farhan mengalami luka tusukan cukup serius di bagian perut. Ia sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sebelum diizinkan pulang Minggu malam 26 Juni.
"Ini imbas bentrok di GBK. Soalnya setelah rusuh di GBK ada imbauan untuk sementara tidak menggunakan atribut Persija," kata Farhan saat ditemui Metrotvnews.com di rumahnya, Jalan Rawa Selatan II, RT 02/05, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2016).
Dia mengatakan, imbauan tak menggunakan atribut Persija melalui pesan berantai dari sesama The Jak Mania. Pasalnya, dikhawatirkan akan adanya sweeping terhadap supporter The Jak Mania dari oknum tertentu. "Dapat dari pesan singkat, Facebook, isinya anggota jangan memakai atribut dulu, sama jangan memposting provokatif," ujarnya.
Salah satu korban pengeroyokan, Fadilah Farhan--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Anggota The Jakmania Korwil Kemayoran itu mengaku datang ke Gelora Bung Karno (GBK). Namun, saat babak pertama usai pertandingan Persija kontra Sriwijaya FC Farhan memilih pulang. "Saya dan korwil pulang duluan usai babak pertama, tahu sudah ada tanda-tanda bakal ricuh," jelas Farhan.
Sebelumnya, Farhan dan anggota The Jakmania lainnya diserang puluhan orang tak dikenal di distro 'Crazy Orange'. Penyerangan menyebabkan Farhan luka parah. Sebanyak lima tusukan senjata tajam menembus bagian perut Fadilah Farhan.
Selain luka tusukan di bagian perut, pelipis bagian kanan siswa kelas X SMK 31 Jakarta itu robek. Toh Farhan bersyukur tusukan senjata tajam tidak mengenai organ dalam yang penting. Selain itu dia juga mengaku diancam oleh salah seorang pelaku dengan senjata api.
Polisi menangkap 15 polisi yang diduga men-sweeping suporter Persija atau The Jakmania. "Propam sudah menangani," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Jakarta, Minggu 26 Juni.
Informasi yang dihimpun, 15 polisi berpakaian preman itu ditangkap di Jalan Saharjo Tebet Jakarta Selatan, Minggu 26 Juni sekitar pukul 03.00 WIB.
Awi menyebutkan petugas Propam Polda Metro Jaya sempat memeriksa belasan anggota itu. Sebanyak 15 oknum polisi tersebut di antaranya anggota Bidang Humas Polda Metro Jaya, anggota Detasemen Gegana Polda Banten, Brimob Polda Banten, Sabhara Polda Metro Jaya, Sabhara Polres Jakarta Jaktim dan Ditpolair Polda Metro Jaya.
medcom.id, Jakarta: Bentrokan pecah antara The Jakmania dengan polisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam laga kontra Sriwijaya FC, Jumat 24 Juni. Salah satu korban pengeroyokan, Fadilah Farhan menduga penyerangan di distro 'Crazy Orange' di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, buntut dari kerusuhan di Gelora Bung Karno (GBK)
Farhan mengalami luka tusukan cukup serius di bagian perut. Ia sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sebelum diizinkan pulang Minggu malam 26 Juni.
"Ini imbas bentrok di GBK. Soalnya setelah rusuh di GBK ada imbauan untuk sementara tidak menggunakan atribut Persija," kata Farhan saat ditemui
Metrotvnews.com di rumahnya, Jalan Rawa Selatan II, RT 02/05, Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2016).
Dia mengatakan, imbauan tak menggunakan atribut Persija melalui pesan berantai dari sesama The Jak Mania. Pasalnya, dikhawatirkan akan adanya sweeping terhadap supporter The Jak Mania dari oknum tertentu. "Dapat dari pesan singkat, Facebook, isinya anggota jangan memakai atribut dulu, sama jangan memposting provokatif," ujarnya.
Salah satu korban pengeroyokan, Fadilah Farhan--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Anggota The Jakmania Korwil Kemayoran itu mengaku datang ke Gelora Bung Karno (GBK). Namun, saat babak pertama usai pertandingan Persija kontra Sriwijaya FC Farhan memilih pulang.
"Saya dan korwil pulang duluan usai babak pertama, tahu sudah ada tanda-tanda bakal ricuh," jelas Farhan.
Sebelumnya, Farhan dan anggota The Jakmania lainnya diserang puluhan orang tak dikenal di distro 'Crazy Orange'. Penyerangan menyebabkan Farhan luka parah. Sebanyak lima tusukan senjata tajam menembus bagian perut Fadilah Farhan.
Selain luka tusukan di bagian perut, pelipis bagian kanan siswa kelas X SMK 31 Jakarta itu robek. Toh Farhan bersyukur tusukan senjata tajam tidak mengenai organ dalam yang penting. Selain itu dia juga mengaku diancam oleh salah seorang pelaku dengan senjata api.
Polisi menangkap 15 polisi yang diduga men-sweeping suporter Persija atau The Jakmania. "Propam sudah menangani," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono di Jakarta, Minggu 26 Juni.
Informasi yang dihimpun, 15 polisi berpakaian preman itu ditangkap di Jalan Saharjo Tebet Jakarta Selatan, Minggu 26 Juni sekitar pukul 03.00 WIB.
Awi menyebutkan petugas Propam Polda Metro Jaya sempat memeriksa belasan anggota itu. Sebanyak 15 oknum polisi tersebut di antaranya anggota Bidang Humas Polda Metro Jaya, anggota Detasemen Gegana Polda Banten, Brimob Polda Banten, Sabhara Polda Metro Jaya, Sabhara Polres Jakarta Jaktim dan Ditpolair Polda Metro Jaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)