REU/Maxim Shemetov
REU/Maxim Shemetov

Rusia Gaungkan Semangat Kemenangan Soviet atas Nazi

10 Mei 2014 05:21
medcom.id, Moskow: Perasaan campur aduk sukacita dan kesedihan terlihat di wajah-wajah orang tua dan kaum muda yang membanjiri jalan-jalan di seluruh Rusia saat peringatan gugurnya jutaan orang dalam perang Uni Soviet melawan Orde Nazi, Jerman, 69 tahun lalu, Jumat (9/5/2014).
 
Pelukan emosional dan anyelir merah, simbol apresiasi masa kini, diterima oleh ribuan veteran Perang Patriotik Besar (Great Patriotic War) di negara bekas Uni Soviet itu. Simbol itu merupakan bentuk penghormatan rakyat Rusia dan di negara-negara bekas Soviet mengacu pada kemenangan Uni Soviet atas Nazi dalam perang 1941-1945.
 
Sejumlah parade yang memamerkan kemajuan dan kebesaran militer Rusia saat ini ditampilkan. Namun, di luar dari itu, hal pertama dan paling penting adalah penghormatan untuk pengorbanan sekitar 27 juta warga Soviet yang tewas melawan Nazi Jerman.

Adapun parade utama nasional, seperti biasa, berlangsung di Lapangan Merah Moskow. Lebih dari 11.000 tentara, 49 kendaraan militer, dan 69 pesawat tempur akan dipamerkan untuk penonton di Ibu Kota Rusia. Pawai maraton dimulai di Vladivostok di timur jauh Rusia yang menjadi basis militer di Pasifik.
 
Di hadapan tentara dan veteran serta tamu yang hadir di Lapangan Merah Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin memuji peran Uni Soviet dalam mengalahkan fasisme di masa Perang Dunia II atas Nazi Jerman. Putin mengatakan bahwa orang-orang atau para pejuang yang mengalahkan fasisme tidak boleh dikhianati dan dilupakan.
 
Pidato Putin yang meminta tidak melupakan orang-orang yang mengalahkan fasisme secara langsung memperingatkan tentang bahaya gerakan neo-fasis di Ukraina, yang saat ini tengah bergolak. Putin mendesak Eropa untuk mencegah munculnya sayap kanan.
 
"Niat kuat rakyat Soviet, keberanian mereka, dan stamina dalam menyelamatkan Eropa dari perbudakan. Negara kitalah yang mengusir Nazi ke sarangnya, mencegah mereka dari menciptakan kehancuran. Soviet menang dengan mengorbankan biaya jutaan korban dan penderitaan yang mengerikan," kata Putin. (RT.com/Reuters/Hym)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>