Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) memamerkan buku cerita komik Bung Karno. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kiri) memamerkan buku cerita komik Bung Karno. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.

Komik Cerita Bung Karno Segera Diluncurkan

Nasional pdip soekarno
Arga sumantri • 08 Januari 2019 21:21
Jakarta: DPP PDI Perjuangan (PDIP) akan meluncurkan buku cerita berbentuk komik yang berisi kisah hidup Proklamator Republik Indonesia, Soekarno (Bung Karno). Komik itu akan dibagikan pertama kali saat perayaan puncak Hari Ulang Tahun ke-46 PDIP di Kemayoran, 10-11 Januari 2019.
 
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan komik itu adalah hasil karya cucu Bung Karno, M Prananda Prabowo. Dia adalah putra kedua Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
 
"Kami luncurkan karya soal sejarah Bung Karno, dibuat dalam bentuk komik. Ini dari Mas Prananda Prabowo," kata Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasto mengatakan, karya itu bagian dari upaya PDIP melaksanakan tugas sejarah. Tulisan yang dimuat diharapkan bisa menggelorakan rasa cinta Tanah Air.
 
"Sehingga berbagai upaya untuk menggelorakan semangat, rasa cinta Tanah Air itu, betul-betul kami gelorakan bersama dengan baik," ujarnya.
 
Komik setebal 36 halaman itu bertajuk 'Bung Karno Bapak Bangsa'. Komik mengisahkan hidup Bung Karno sejak lahir hingga diangkat menjadi Presiden Pertama RI dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), 18 Agustus 1945.
 
Cerita dalam komik itu diawali dengan gambar tentang Surabaya yang menjadi kota kelahiran Soekarno pada masa kolonial. Itu merupakan tempat kedua orang tua Soekarno bermukim setelah hijrah dari Bali.
 
Berbagai detail kisah hidup Soekarno semasa kecil juga dipaparkan. Termasuk, soal sejarah pendidikannya di Eerste Inlandsche School atau Sekolah Dasar Bumiputra dan Europeesche Lagere School (ELS) di Mojokerto.
 
Pada usia 14 tahun, jelas Hasto, Soekarno sudah ditempa langsung oleh HOS Tjokroaminoto yang dikenal sebagai guru para pendiri bangsa. Dua tahun kemudian, Soekarno sudah bergabung dengan Tri Koro Dharmo yang menjadi embrio organisasi kepemudaan Jong Java.
 
Soekarno pula yang memperkenalkan sebutan peci saat pertemuan Jong Java di Solo pada 1921. Istilah peci diambil dari petjedalam bahasa Belanda, yang artinya kopiah atau topi kecil.
 
Komik juga mengisahkan masa kuliah Bung Karno di Technische Hooge School yang menjadi cikal bakal Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada masa itu, Bung Karno mengenal tokoh-tokoh seperti Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusomo, dan lainnya.
 
Kisah hidup Soekarno memulai aktivitas politik kepartaian juga diulas. Termasuk, bagaimana Soekarno harus menghadapi taring hukum Pengadilan Kolonial Hindia Belanda. Kisah-kisahnya selama menjalani masa hukuman dan pembuangan, serta pergulatan pemikirannya pun dibahas dalam komik.
 
Setelah lepas dari pengasingan, kisah Soekarno semakin mengobarkan perlawanan rakyat diangkat. Bersama Mohammad Hatta, Soekarno mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dengan berbagai strategi.
 
Ikhtiar Soekarno dan kawan-kawannya membuahkan hasil. Soekarno memanfaatkan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bentukan Jepang guna membulatkan tekad untuk merdeka.
 
Dalam sidang BPUPKI yang digelar 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan Pancasila. Kelak, gagasannya tentang Pancasila itu yang akhirnya masuk dalam Pembukaan UUD 1945.
 
Akhirnya pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di hadapan 300 orang. Sehari kemudian, sidang PPKI mendaulat Soekarno sebagai presiden, sedangkan Bung Hatta, sebagai wakilnya.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif