Sanamah, pengungsi asal Kampung Caah,/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sanamah, pengungsi asal Kampung Caah,/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Saya Trauma

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Fachri Audhia Hafiez • 26 Desember 2018 16:27
Pandeglang: Masyarakat yang berada di Posko Induk Tanjung Lesung, Kampung Cikadu, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten trauma. Mereka trauma dengan suara gemuruh yang dihasilkan Gunung Anak Krakatau.

"Gemuruhnya berkali-kali gitu ya, kita takut di sini baru pertama," kata Sanamah, pengungsi asal Kampung Caah, kepada Medcom.id di lokasi, Rabu, 26 Desember 2018.


Posko Induk Tanjung Lesung. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Rumah Sanamah tak jauh dari bibir pantai. Dia sempat panik saat mengetahui air pasang menerjang rumahnya, Sabtu, 22 Desember 2018 malam. Saat itu, suaminya yang sedang bekerja berteriak meminta semua keluarga berlari. Baca: Kita Buta Soal Potensi Tsunami Akibat Erupsi

Sanamah langsung membawa sang anak menjauh bersama keluarganya. Menurut dia, kondisi saat itu sangat buruk.

"Itu cepat banget ya airnya," ucap Sanamah.

Sanamah masih khawatir dengan kondisi kampungnya. Suara gemuruh yang diduga berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau masih kerap terdengar.

Ia belum berani kembali ke rumah. Sanamah dan keluarga masih takut.


Kepala Desa Tanjung Jaya Askaka. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Kepala Desa Tanjung Jaya Askaka mengakui warganya masih mengkhawatirkan adanya tsunami susulan. Cuaca buruk pun masih meliputi kawasan Pandeglang.

"Iya tadi juga barusan mereka mau turun dari pengungsian, mendengar ada air mau naik lagi, mereka enggak jadi. Bertahan di tempat pengungsian," jelas Aska.

Menurut Aska, suara gemuruh dari Gunung Anak Krakatau sering muncul. Terutama memasuki Desember 2018.

"Gemuruh itu memang di Anak Krakatau. Awalnya masyarakat sudah biasa. Di akhir tahun ini, gemuruh itu jadi kenyataan di masyarakat," jelas Aska.

Baca: Jumlah Pengungsi Korban Tsunami Selat Sunda Membeludak

Kerusakan di Tanjung Jaya tak sedikit. Di kawasan Cikujang, setidaknya 28 rumah rata dengan tanah. Sedangkan di Karang Mengpe 5 rumah rusak. Korban jiwa menurut Aska lebih banyak dari wisatawan.

"Tamu hotel di Tanjung Lesung dan di club, wisatawan. Kalau warga kita di Cikujang itu ada 5 orang meninggal, di Karang Mengpe 8 orang, di Cebong 4 orang, Kamancing 3 orang," beber Aska.




(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi