ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Polisi Cari Kemungkinan Pelaku Lain dalam Tenggelamnya Kapal PMI Ilegal

Kautsar Widya Prabowo • 05 Januari 2022 09:04
Jakarta: Polisi masih mendalami kasus tengelamnya kapal yang membawa pekerja migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Malaysia. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan PMI tewas. 
 
"Penyidik masih lakukan pengembangan terhadap kemungkinan pelaku-pelaku lain," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 4 Januari 2022.
 
Ramadhan menyebut Direktorat Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau kembali menangkap satu pelaku atas nama S alias Ac. Ia merupakan pemilik kapal yang digunakan mengangkut PMI ilegal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


S dijerat Pasal 4, Pasal 7 Undang-undang (UU) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Perdagangan Orang, Pasal 81 dan Pasal 83 UU 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI.
Selanjutnya, Pasal 3 juncto Pasal 4 UU 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
 
Baca: Kapolri Tekankan Pentingnya Pencegahan Penyelundupan PMI
 
“Barang bukti yang diamankan satu rangkap print out rekening koran atas nama tersangka. Saksi-saksi yang diperiksa terkait kasus ini ada enam orang saksi,” ucap Ramadhan.
 
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar audiensi dengan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Mereka membahas seputar perlindungan dan pencegahan penyelundupan PMI.
 
Salah satu yang dibahas ialah soal tenggelamnya kapal yang diduga mengangkut PMI ilegal di perairan Malaysia. Sigit memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan Polri terkait kejadian yang menimpa warga negara Indonesia (WNI) tersebut. 
 
Polri sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Misi Kemanusiaan Internasional. Kemudian, Korps Bhayangkara ikut memulangkan para WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. 
 
Sebanyak 11 WNI korban kapal tenggelam dikembalikan ke Indonesia, Kamis, 23 Desember 2021. Pemulangan ini turut menggandeng pemerintah Malaysia, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta BP2MI.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif