Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Menteri LHK Tegaskan Kolaborasi Bersama Berhasil Cegah Karhutla

Nasional kebakaran Kebakaran Lahan dan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Yogi Bayu Aji • 02 November 2020 01:37
Jakarta: Sejak satuan tugas (satgas) daerah diaktifkan 11 Februari 2020, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengakhiri status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2020. Indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Riau juga tidak menunjukkan level berbahaya maupun yang tidak sehat.
 
Hal ini terlihat dari perbandingan total jumlah hotspot atau titik api, pada 1 Januari-31 Oktober 2020 pukul 07.00 WIB, berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) dengan level confident lebih dari 80 persen. Ada 2.282 titik hotspot di seluruh Indonesia atau lebih rendah 91,57 persen dari jumlah hotspot 2019 yaitu 27.055 titik.
 
Hotspot di Riau juga merosot. Sepanjang 2020, hanya 327 titik hotspot yang terpantau atau lebih rendah 88,37 persen dibandingkan pada 2019 yaitu 2.902 titik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah. Tahun ini ikhtiar dan doa kita dikabulkan. Kekhawatiran banyak pihak akan terjadinya duet bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan covid-19 dapat kita hindari," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, dalam peryataan tertulis, Minggu, 1 November 22020.
 
Menteri Siti Nurbaya mengungkapkan atas arahan Presiden Joko Widodo dan kerja keras semua jajaran dari pusat hingga ke tapak, beberapa provinsi rawan karhutla dapat bebas dari ancaman asap. Kondisi ini amat terasa di Riau dan Kalimantan Barat (Kalbar).
 
Baca: Penanganan Limbah Alkes Covid-19 Tak Bisa Sembarangan
 
“Yang bila tidak dijaga kita bisa kecolongan, yaitu  pada bulan April-Mei di Riau dan  pertengahan Agustus di Kalbar,“ tutur Siti. 
 
Menteri Siti memberikan penghargaan yang setinggi-setingginya kepada sejumlah. Masalah ini dituntaskan berkat kerja pemerintah daerah (pemda); TNI; Polri; Kementerian LHK, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT); Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); swasta; masyarakat; dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
 
"Anda semua patriot Indonesia. Anda semua pahlawan,” kata Menteri Siti.
 
Dia menjelaskan pengalaman di masa lalu menjadi pelajaran berharga. Pihaknya terus belajar menghadapi tantangan di setiap waktu hingga muncul arahan Presiden agar sistem pengendalian karhutla secara permanen diwujudkan. 
 
Siti Nurbaya menilai tantangan karhutla di Indonesia begitu dinamis. Kolaborasi banyak pihak yang terlibat dalam kerja besar ini akan menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif