Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 terus memantau perkembangan kasus covid-19 di 13 provinsi prioritas. Perkembangan kasus penurunan dan kenaikan covid-19 bervariasi.
Enam provinsi mengalami peningkatan kasus covid-19, salah satunya, Provinsi Riau sebesar 139,4 persen. Sementara penurunan kasus terjadi di tujuh provinsi, terbanyak di Papua dengan tingkat penurunan sebesar 73,8 persen.
"Hal ini menunjukkan meskipun jumlah provinsi yang mengalami kenaikan lebih sedikit, namun jumlah kenaikan tertingginya masih dua kali lipat dibanding jumlah penurunan tertingginya," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito lewat YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 26 November 2020.
Wiku mengatakan provinsi ini dimasukkan ke kelompok prioritas karena jumlah penambahan kasus positif, jumlah kasus aktif, dan jumlah kasus kematian masih tinggi. Kemudian, jumlah kesembuhan masih rendah dan dipertimbangkan berdasarkan karakteristik wilayah.
Selain Riau, kenaikan tertinggi kedua berada di Jawa Timur sebesar 44,4 persen dan DKI Jakarta sebesar 23,9 persen. Ketiga provinsi dengan tren kenaikan positif tertinggi itu diminta fokus memutus mata rantai penularan covid-19.
Baca: Publik Diharap Belajar dari Peningkatan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang
Wiku menyebut provinsi prioritas terus bertambah seiring ditetapkan pertama kali pada Juli 2020 sebanyak 8 provinsi. Kemudian, bertambah menjadi 10 provinsi pada Oktober dan 13 provinsi pada awal November.
Sebanyak 13 provinsi prioritas meliputi Papua, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Bali, Sumatra Barat, dan Aceh. Kemudian, Riau, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara.
"Waktu yang cukup lama ini seharusnya dimanfaatkan baik untuk menekan kasus bukan menjadi lengah sehingga berdampak pada kenaikan kasus positif," ujar Wiku.
Dia meminta pemerintah provinsi prioritas dengan peningkatan kasus covid-19 untuk mengambil kebijakan sesuai data sebagai acuan dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Sedangkan, provinsi prioritas dengan penurunan kasus, tetap konsisten menekan angka kasus hingga jumlah positif hilang sepenuhnya.
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 terus memantau perkembangan kasus
covid-19 di 13 provinsi prioritas. Perkembangan kasus penurunan dan kenaikan covid-19 bervariasi.
Enam provinsi mengalami peningkatan kasus covid-19, salah satunya, Provinsi Riau sebesar 139,4 persen. Sementara penurunan kasus terjadi di tujuh provinsi, terbanyak di Papua dengan tingkat penurunan sebesar 73,8 persen.
"Hal ini menunjukkan meskipun jumlah provinsi yang mengalami kenaikan lebih sedikit, namun jumlah kenaikan tertingginya masih dua kali lipat dibanding jumlah penurunan tertingginya," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito lewat
YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 26 November 2020.
Wiku mengatakan provinsi ini dimasukkan ke kelompok prioritas karena jumlah penambahan kasus positif, jumlah kasus aktif, dan jumlah kasus kematian masih tinggi. Kemudian, jumlah kesembuhan masih rendah dan dipertimbangkan berdasarkan karakteristik wilayah.
Selain Riau, kenaikan tertinggi kedua berada di Jawa Timur sebesar 44,4 persen dan DKI Jakarta sebesar 23,9 persen. Ketiga provinsi dengan tren kenaikan positif tertinggi itu diminta fokus memutus mata rantai penularan
covid-19.
Baca:
Publik Diharap Belajar dari Peningkatan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang
Wiku menyebut provinsi prioritas terus bertambah seiring ditetapkan pertama kali pada Juli 2020 sebanyak 8 provinsi. Kemudian, bertambah menjadi 10 provinsi pada Oktober dan 13 provinsi pada awal November.
Sebanyak 13 provinsi prioritas meliputi Papua, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Bali, Sumatra Barat, dan Aceh. Kemudian, Riau, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara.
"Waktu yang cukup lama ini seharusnya dimanfaatkan baik untuk menekan kasus bukan menjadi lengah sehingga berdampak pada kenaikan kasus positif," ujar Wiku.
Dia meminta pemerintah provinsi prioritas dengan peningkatan kasus covid-19 untuk mengambil kebijakan sesuai data sebagai acuan dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Sedangkan, provinsi prioritas dengan penurunan kasus, tetap konsisten menekan angka kasus hingga jumlah positif hilang sepenuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)