Gambir Hingga Monas Dipadati PKL
Pedagang kaki lima (PKL)--Medcom.id/Marcheilla Ariesta.
Jakarta: Tak hanya massa Alumni 212 yang memadati ruas jalan dari Gambir hingga Monas. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) juga memadati wilayah tersebut.

Azwan, 35, memilih berjualan telor gulung di tengah kerumunan massa. Dia berharap banyak yang membeli dagangannya. "Alhamdulillah, sampai jam segini sudah hampir habis. Karena orangnya banyak, jadi dagangan saya cepat laku," katanya kepada Medcom.id, Minggu 2 November 2018.

Dia mengatakan sudah mangkal di depan Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak habis subuh. "Kalau disiapkan sudah dari malam, ditaruh di kulkas dan tinggal di bawa saja tadi subuh," tuturnya.


Para pembelinya, kata Azwan, kebanyakan perempuan dan anak-anak. Selain Azwan, banyak juga para pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang jalan menuju Monas.
Mereka berjualan bendera, kalender 212 hingga peci dan ikat kepala.

Salah seorang peserta aksi, Kodir, mengaku sangat bangga melihat banyaknya Umat Islam yang hadir dalam aksi ini. "Saya kagum," pungkasnya.

Baca: Jalan Jatibaru Raya Hingga Budi Kemuliaan Lumpuh

Sebelumnya, Lalu Lintas dari Jalan Jatibaru Raya hingga Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, lumpuh. Luas jalan tidak mampu menampung banyaknya peserta aksi Reuni 212.

Hal ini diperparah banyak kendaraan yang parkir di bahu dan badan jalan. Untuk menuju Gedung Bank Indonesia saja, butuh waktu sekitar 45 menit dengan berjalan kaki.

Padahal, bila lalu lintas normal, waktu tempuh dari Stasiun Tanah Abang menuju Monas tak lebih dari 15 menit. Hal ini dikarenakan jalanan macet total dan berdesak-desakan.


Pedagang kaki lima (PKL)--Medcom.id/Marcheilla Ariesta.


Ketua Media Center Reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengklaim reuni akbar 212 dihadiri jutaan orang. Peserta reuni akan memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. "Kami perkirakan yang hadir pada hari ini sebanyak tiga juta peserta, sama seperti tahun sebelumnya," ujar Novel seperti dilansir Antara, Minggu, 2 Desember 2018.

Dia menyatakan aksi reuni sekarang berkaitan dengan komitmen umat Islam untuk menjaga Pilpres 2019 yang penuh dengan kedamaian.

Aksi ini juga diklaim sebagai ajang wisata religi yang dapat dihadiri pemeluk agama manapun. Dia memastikan, tidak ada agenda politik dalam aksi ini.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id