Menko PMK Puan Maharani swafoto bersama mahasiswa/i UI pada Dies Natalis ke-58 FMIPA-UI . (Foto: Dok. Kemenko PMK)
Menko PMK Puan Maharani swafoto bersama mahasiswa/i UI pada Dies Natalis ke-58 FMIPA-UI . (Foto: Dok. Kemenko PMK)

Menko PMK Sebut FMIPA-UI Berperan dalam Pembangunan SDM

Nasional berita kemenko pmk
Gervin Nathaniel Purba • 17 Januari 2019 11:49
Depok: Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Ke depan, tantangan yang dihadapi oleh setiap bangsa adalah persaingan global yang berbasis pada kemajuan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Dies Natalis ke-58 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu, 16 Januari 2019.
 
Menurut Puan, Indonesia terus melakukan percepatan kesiapan SDM yang dapat menjadi penggerak ekonomi, industri, serta birokrasi yang berdaya saing dan modern. Saat ini, sarjana di Indonesia baru berkontribusi 11 persen (atau 13 juta orang) dari 121 juta penduduk yang bekerja. Lebih dari 65 persen merupakan lulusan pendidikan menengah ke bawah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam memperkuat profil angkatan kerja Indonesia, saat ini pemerintah telah melakukan beberapa agenda strategis. Pertama, memperluas penerima Bidikmisi (dari 199,5 ribu mahasiswa pada 2014, menjadi 471,8 ribu mahasiswa pada 2019). Kedua, revitalisasi vokasional.
 
Ketiga, penguatan riset nasional (mulai tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana abadi penelitian sebesar Rp1 triliun). Keempat, pengembangan manfaat dana LPDP untuk pelatihan.
 
"Apa yang ada di FMIPA-UI sangat dibutuhkan pemerintah. Sebab, matematika dan ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan basis dalam mengembangkan riset dan inovasi teknologi. Matematika dan IPA menjadi fondasi penting dalam mengembangkan bidang komputasi, elektronika, kedokteran, iklim dan lingkungan, rekayasa infrastruktur, eksplorasi sumber daya alam (SDA), pengembangan teknologi ruang angkasa, dan perilaku manusia,” ujar Puan, Kamis, 17 Januari 2019.
 
Puan menilai FMIPA-UI memiliki peran dan tanggung jawab yang strategis dalam ikut mempercepat ketersediaan SDM Indonesia yang modern dan berdaya saing. Untuk itu, FMIPA-UI perlu mengembangkan berbagai program studi yang diperlukan dalam menyiapkan SDM Indonesia berpartisipasi dalam pembangunan nasional dan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.
 
"FMIPA-UI sebagai masyarakat ilmiah perlu terus memperkuat budaya riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa. FMIPA-UI diharapkan dapat terus menghasilkan riset dan inovasi yang akan memperkuat industri nasional sehingga semakin berdikari,” ujarnya.
 
Menko PMK juga menyampaikan harapan besar kepada FMIPA-UI agar memperkuat perannya dalam membangun SDM Indonesia untuk kemajuan bangsa. “Dies Natalis ke-58 ini adalah momentum yang tepat untuk menguatkan tekad,” kata Puan.
 
Pada kesempatan tersebut, Menko PMK didaulat meresmikan penggunaan peralatan/fasilitas laboratorium FMIPA-UI. Ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan peninjauan peralatan di lantai 8 laboratorium dan melihat Science Expo 2019 di pelataran parkir FMIPA.

 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi