Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Kelompok Abu Sayyaf Sengaja Viralkan Video Penyanderaan

Nasional wni disandera abu sayyaf terorisme di filipina
Whisnu Mardiansyah • 16 Januari 2019 17:07
Jakarta: Kementerian Luar Negeri membenarkan sandera warga negara Indonesia (WNI) di dalam video viral adalah Samsul Saguni. Samsul telah dibebaskan Selasa, 15 Januari 2019 sore.
 
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kelompok Abu Sayyaf sengaja menyebarkan video penyanderaan. Ini modus yang digunakan untuk menuntut tebusan.
 
Lalu menyebut modus ini dilancarkan demi memberikan tekanan ke keluarga korban dan pemerintah. Video semacam itu, kata Lalu, kerap dikirim kelompok Abu Sayyaf dan diterima Kementerian Luar Negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Video semacam itu selalu keluar setiap kelompok sandera yang ada di Filipina Selatan. Selama ini kita tidak pernah sampaikan ke publik. Kita tahu tujuan video itu tidak lain dan tidak bukan adalah memberikan tekanan kepada keluarga," kata Lalu saat berbincang dengan Medcom.id di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 16 Januari 2019.
 
(Baca juga:Pembebasan WNI Sandera Abu Sayyaf Tanpa Tebusan)
 
Kemenlu meminta keluarga korban tak perlu khawatir. Pemerintah terus berupaya membebaskan WNI yang masih disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Saat ini masih ada dua sandera lagi.
 
"Kemenlu menyampaikan bahwa enggak usah terlalu khawatir. Karena ini bagian dari upaya mereka untuk menekan pemerintah untuk terlibat dan kemudian memenuhi tuntutan mereka," pungkas dia.
 
Bebasnya Samsul Saguni menjadi perhatian warganet di media sosial. Samsul dikabarkan sudah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf di Jolo pada Selasa, 15 Januari 2019.
 
Menurut media-media di Filipina, Samsul diculik dari perairan Semporna pada 11 September 2018. Samsul sudah diserahkan kepada pihak berwenang Filipina pada Selasa, 15 Januari 2019 pukul 16.30 waktu setempat.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi