Ketua Dompet Kemanusiaan Yayasan Media Group Ali Sadikin (kiri) dan Koordinator pembangunan sekolah korban gempa Lombok Syairwan (kanan)
Ketua Dompet Kemanusiaan Yayasan Media Group Ali Sadikin (kiri) dan Koordinator pembangunan sekolah korban gempa Lombok Syairwan (kanan)

Media Group Bangun SD dan Madrasah di Lombok

Nasional gempa tsunami Gempa Donggala
13 Desember 2018 15:02
Jakarta: Yayasan Media Group membangun enam sekolah di Lombok Utara, Barat dan Timur. Pembangunan sekolah dasar (SD) dan madrasah itu diharapkan dapat menyelamatkan pendidikan anak-anak setelah bencana gempa dan tsunami beberapa waktu.
 
Ketua Dompet Kemanusiaan Yayasan Media Group Ali Sadikin mengatakan, semua sekolah itu dibangun atas hasil bantuan masyarakat permirsa Metro TV melalui dompet kemanusiaan Media Group.
 
"Kita melihat bencana di Lombok memporakporandakan segalanya. Sarana pendidikan menjadi salah satu yang paling hancur. Banyak sekolah dan madrasah yang rubuh. Kalau bukan kita dan masyarakat Indonesia yang membantu, mungkin pembangunan berjalan lambat," kata Ali di Gedung Media Group, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis, 13 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ali mengatakan, pembangunan SD dan madrasah sangat mendesak. Sebab, proses belajar mengajar tidak boleh terhenti. "Kita memilih sekolah dasar karena kita harus segera menyelamatkan anak-anak yang masih dalam usia belajar, masih kecil, agar mereka bisa melanjutkan sekolah yang lebih baik," ujarnya.
 
Ali mengungkapkan, pembangunan segera dilakukan. Hari ini pihaknya melakukan proses seleksi tender pembangunan enam sekolah tersebut. "Mungkin akhir bulan diketahui pemenangannya dan diharapkan awal Januari pembangunan bisa dimulai," ujarnya.
 
Selain Sekolah, kata Ali, pihaknya juga membangun 1200 hunian sementara secara gotog royong. Semua dilakukan sejak tahap tanggap darurat.
 
"Kita bangunan sarana umum untuk masyarakat. Semua kita lakukan sejak tanggap darurat dan sekarang kita bangun secara permanen," kata Ali.
 

 
Seleksi Kontraktor
 
Koordinator pembangunan sekolah korban gempa Lombok Syairwan mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyeleksi kontraktor yang akan melaksanakan proyek pembangunan sekolah di Lombok.
 
"Ada enam SD yang kita bangun. Kita bagi menjadi dua paket agar pembangunan bisa dilakukan lebih cepat," ujarnya.
 
Syairwan mengungkapkan, enam sekolah itu tersebar di beberapa lokasi. Rinciannya, dua madrasah dan satu SD di Lombok Utara, dua SD di Lombok Barat dan satu SD di Lombok Timur.
 
"Target kita empat bulan selesai. Apalagi Mei Juni sudah puasa, kita harapkan setelah Lebaran sekolah bisa digunakan," ujarnya.
 
Syairwan menegaskan semua adalah bangunan baru. Sisa bangunan lama diratakan menggunakan alat berat. "Semua bangunan lama diratakan, itu Pemda yang mengerjakan. Kita tinggal bangun," katanya.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif