Cerita Romahurmuziy Jadi Korban Teror Orba

Marcheilla Ariesta 24 November 2018 03:10 WIB
demokrasi
Cerita Romahurmuziy Jadi Korban Teror Orba
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy. (MI/Ramdani)
Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy menuturkan dirinya memiliki pengalaman traumatik saat orde baru (orba). Dia mengatakan pernah mendapat teror karena merupakan anak dari keluarga PPP.

"Masih segar dalam ingatan, rumah kami sering diserang setiap masa kampanye. Yang menyerang tentu saja adalah kekuatan-kekuatan orde baru dengan partai politiknya saat itu," kata Rommy, begitu dia biasa disapa, dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Jumat 23 November 2018.

Dia menuturkan penyerangan terjadi saat musim kampanye. Pada 1987, Rommy sering dikawal Gerakan Pemuda Kabah (GPK) saat akan berangkat penculikan. Penyebabnya karena ada ancaman penculikan.


Dia menyayangkan keinginan salah satu tim sukses Prabowo Subianto, Titiek Soeharto yang ingin membawa kembali Indonesia ke era kepemimpinan orde baru. Menurut Romi, zaman orba seluruh lawan politik dikerdilkan, termasuk PPP.

Rommy menambahkan orba menggunakan kedok demokrasi Pancasila untuk membenarkan tindakan mereka.

"Pemerintahan saat itu menggunakan kedok demokrasi Pancasila. Jadi atas nama demokrasi Pancasila, yang mereka lakukan pertama adalah memberangus seluruh kekuatan lawan politik yang ada. Bahkan sampai penghilangan nyawa," imbuhnya.

Sebelumnya, Titiek Soeharto menyampaikan mimpinya Indonesia kembali ke era orde baru. Titiek saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya. Partai tersebut menyatakan dukungan mereka kepada pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id