Presiden KSPI Said Iqbal. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Presiden KSPI Said Iqbal. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu

Buruh Akan Menggugat UU Ciptaker ke MK

Nasional buruh Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
K. Yudha Wirakusuma • 09 Oktober 2020 19:06
Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengakhiri aksi mogok nasional atas penolakan terhadapUndang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Kelompok buruh tersebut akan mengajukan uji materi atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Langkah lebih lanjut yang akan diambil secara konstitusional antara lain membuat gugatan melalui jalur hukum untuk membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja, melanjutkan gerakan aksi secara konstitusional, serta melakukan kampanye kepada masyarakat nasional maupun internasional tentang alasan mengapa buruh menolak Omnibus Law, khususnya klaster ketenagakerjaan," ujar Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat, 9 Oktober 2020.
 
KSPI bersama puluhan serikat buruh sudah melakukan aksi mogok nasional selama tiga hari sejak 6 Oktober 2020. Kelompok buruh akan memberikan pernyataan resmi terkait penolakan terhadap UU Ciptaker pada Senin, 12 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jawab Hoaks, Ini Penjelasan Lengkap Jokowi Soal UU Cipta Kerja
 
Buruh dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak UU Ciptaker di sejumlah wilayah sejak 6 Oktober hingga 8 Oktober 2020. Aksi tersebut berujung ricuh, termasuk di DKI Jakarta.
 
Sebanyak 18 halte TransJakarta di Jakarta dibakar dan dirusak. Sejumlah kantor pemerintahan pun dijarah. Korban luka juga berjatuhan baik dari mahasiswa, buruh, maupun aparat kepolisian.
 
Pemerintah mengecam aksi yang berujung pada kerusuhan itu. Pemerintah mempersilakan masyarakat yang tidak puas terhadapUU Ciptakermengajukan gugatan ke MK.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif