Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar masyarakat Indonesia, terutama umat Islam, tak menimbun barang kebutuhan dalam jumlah besar. Hal ini justru membuat harga tidak terkendali
"Kalau di Islam, kita tidak boleh menimbun. Perilaku itu (menimbun) akan menimbulkan spekulasi," ujar Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi di Gedung MUI Pusat, Selasa, 3 Maret 2020.
Masker dan hand sanitizer menjadi langka sejak penyebaran korona (novel coronovirus) covid-19 semakin masif. Warga di beberapa daerah juga diindikasi belanja barang kebutuhan dalam jumlah besar.
Baca: Stok Masker di Indonesia Lebih dari 50 Juta
Ia menyarankan masyarakat hanya membeli barang sesuai kebutuhan. Menimbun barang karena panik stok menipis, justru membuat barang sulit didapat orang lain. Padahal, pemerintah sudah memastikan stok aman untuk kebutuhan normal
"Seakan-akan ada krisis kemanusiaan, (seakan-akan) kita tidak percaya pada pemerintah," imbuh dia.
Sebelumnya, polisi meminta masyarakat tidak menimbun masker usai adanya informasi dua orang positif korona (covid-19). Masyarakat juga diminta tidak menimbun alat medis lain.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan polisi bakal menindaklanjuti bila ada keluhan masyarakat soal kelangkaan masker. Polisi tidak segan menindak penimbun masker.
Baca: Pasokan Bahan Pokok Aman
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga meminta masyarakat tidak berbelanja yang berlebihan dan panik. Dia memastikan pasokan bahan pokok aman.
Airlangga sudah berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memastikan barang dagangan tersedia. Pemerintah bakal menjaga kestabilan dan distribusi barang.
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar masyarakat Indonesia, terutama umat Islam, tak menimbun barang kebutuhan dalam jumlah besar. Hal ini justru membuat harga tidak terkendali
"Kalau di Islam, kita tidak boleh menimbun. Perilaku itu (menimbun) akan menimbulkan spekulasi," ujar Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi di Gedung MUI Pusat, Selasa, 3 Maret 2020.
Masker dan
hand sanitizer menjadi langka sejak penyebaran korona (novel coronovirus) covid-19 semakin masif. Warga di beberapa daerah juga diindikasi belanja barang kebutuhan dalam jumlah besar.
Baca:
Stok Masker di Indonesia Lebih dari 50 Juta
Ia menyarankan masyarakat hanya membeli barang sesuai kebutuhan. Menimbun barang karena panik stok menipis, justru membuat barang sulit didapat orang lain. Padahal, pemerintah sudah memastikan stok aman untuk kebutuhan normal
"Seakan-akan ada krisis kemanusiaan, (seakan-akan) kita tidak percaya pada pemerintah," imbuh dia.
Sebelumnya, polisi meminta masyarakat tidak menimbun masker usai adanya informasi dua orang positif korona (covid-19). Masyarakat juga diminta tidak menimbun alat medis lain.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan polisi bakal menindaklanjuti bila ada keluhan masyarakat soal kelangkaan masker. Polisi tidak segan menindak penimbun masker.
Baca:
Pasokan Bahan Pokok Aman
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga meminta masyarakat tidak berbelanja yang berlebihan dan panik. Dia memastikan pasokan bahan pokok aman.
Airlangga sudah berkoordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memastikan barang dagangan tersedia. Pemerintah bakal menjaga kestabilan dan distribusi barang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)