Wakil Ketua MPR Mahyudin (Foto:Dok.MPR)
Wakil Ketua MPR Mahyudin (Foto:Dok.MPR)

Ini Contoh Budaya Asing yang Harus Ditiru Indonesia

Gervin Nathaniel Purba • 08 September 2016 15:07
medcom.id, Bandar Lampung: Pimpinan MPR mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak mudah terpengaruh budaya asing.
 
"Jangan silau dengan budaya orang lain. Belum tentu cocok dengan kita," ujar Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, saat memberikan arahan sosialisasi empat pilar kepada siswa SMA di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Kamis (8/9/2016).
 
Mahyudin heran dengan gaya anak muda zaman sekarang. Anak-anak muda zaman sekarang ini banyak bergaya ala budaya asing, dengan rambut di cat dengan macam-macam warna, lalu laki-laki menggunakan anting yang tentunya tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

"Kalau teler, modern. Kalau ke masjid, tidak modern. Lihat Pak Rektor (Universitas Malahayati), ganteng, modern, salatnya bagus, itu contoh baik," kata Mahyudin.
 
Masih terkait budaya luar, Mahyudin mengaku menerima cerita dari beberapa guru bahwa anak-anak zaman sekarang cenderung lebih menggunakan bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. "Anak kita ke sekolah cium tangan kepada bapaknya, karena gurunya barat jadi bilang 'good bye daddy'," ungkap Mahyudin.
 
Ia menegaskan tata krama di Indonesia tidak bisa disamakan dengan tata krama luar. Namun, ada satu budaya asing yang Indonesia mesti meniru. Budaya tersebut ialah mengantre. Indonesia harus belajar dari budaya asing karena orang Indonesia kerap sulit diatur untuk mengantre dengan tertib.
 
"Budaya antre di Singapura bukan karena tertib, tapi banyak kamera pengawas, jadi aturan yang memaksa mereka. Kita diajarkan antre dan sopan santun. Menemukan uang di jalan, wajib diumumkan untuk dikembalikan. Kalau tidak ada yang mengaku, kasih ke masjid," kata Mahyudin.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>